19 Sunnah Wudhu

19 Sunnah Wudhu

Perintah wajib wudhu bersamaan dengan perintah wajib salat lima waktu, yaitu satu tahun setengah sebelum tahun hijriah.

Selain syarat-syarat dan fardhunya wudhu, juga terdapat kesunnahan-kesunnahan wudhu yang lebih baik dilaksnakan. Adapun sunnah-sunnah wudhu antara lain:

  1. Membaca “Bismillah” pada permulaan wudhu

Minimalnya adalah bismillah dan semppurnanya adalah bismillahir Rahmanir Rahim. Hukum membaca bismillah wajib menurut Imam Ahmad. Disunnahkan sebelumnya membaca ta’awud dan setelahnya membaca dua kalimat syahadat dan doa Al-Hamdulillahi Ja’alal Ma’a Thahuran (segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air menjadi suci mencusikan).

  1. Bersiwak

Melebar pada gigi luar dan dalam dan memanjang pada lidah sebab hadits yang shahih yang artinya: kalau seandainya aku tidak takut memberatkan kepada umatku, maka niscaya aku perintahkan pada mereka untuk bersiwak setiap wudhu.

Maksudnya adalah perintah wajib. Kesunnahan bersiwak dapat dihasilkan dengan setiap sesuatu yang kasar, walaupun dengan sejenis kain atau kayu asnan. Menggunakan kayu lebih utama disbanding lainnya dan yang lebih utama adalah kayu yang memiliki bau harum. Kayu harum yang paling utama adalah kayu arok.

  1. Berkumur dan menyerap air dari hidung

Karena mengikuti nabi Muhammad Saw, minimal dari keduanya adalah sampainya air pada mulut dan hidung.

Baca Juga:

  1. Mengumpulkan berkumur dan menyerap air dari hidung

Mengumpulkan berkumur dan menyerap air dari hidung dilakukan dengan menggunakan tiga sidukan air, setiap satu cidukan digunakan untuk kedua hal tersebut.

  1. Mengusap seluruh kepala

Jika seseorang ingin meringkas sebagian kepala saja, maka yang lebih utama adalah mengusap ubun-ubun, dan yang lebih utama tata caranya adalah dengan meletakkan kedua tangannya di depan kepalanya dengan posisi jari penunjuk ditemukan dengan jari penunjuk yang lain sedang dua ibu jarinya berada pada pelipis kepala, lalu setelah itu dua jari penunjuk tersebut dijalankan bersertaan jari-jari yang lain selain dua ibu jari menuju tengkuk,

kemudian setelah sampai di daerah itu, dua jari penunjuk tersebut dikembalikan ke tempat semula jika model rambutnya dapat dinolak-balik, namun jika tidak bermodek seperti itu, maka cukup dengan meringkas pada proses menjalankan ke tengkuk saja.

  1. Mengusap setiap dua telinga

Mengusap setiap dua telinga bagiann luar, dalam dan kedua lubangnya sebab mengikuti nabi Muhammad Saw.

  1. Menggosok anggota wudhu

Sunnah menggosok anggota wudhu maksudnya menjalankan tangan pada anggotanya setelah terkena air, sebagai tindakan keluar dari perselisihan ulama’ yang mewajibkan.

  1. Menyela-nyelai jenggot yang tebal

Yang lebih utama hal itu dilakukan dengan jari-jari tangan kanan dan dimulai dari bawah dengan posisi merenggangkan jari-jari tersebut, dan dengan cidukan air yang tersendiri sebab mengikuti nabi Muhammad Saw.

  1. Menyela-nyelai jari-jari

Kedua tangan dengan cara menjadikan bagian dalam tangan kanan atau kiri di atas bagian luar tangan kanan atau kiri, dan menyela-nyelai kedua kaki dengan cara apapun, sedangkan yang lebih utama adalah dengan menyela-nyelai dari arah bawah dengan jari kelingking kiri diawali dari jari kelingking kaki kanan dan di akhiri jari kelingking kiri.

  1. Memanjangkan basuhan wajah

Dengan cara membasuh bagian depan kepala, dua telinga dan lipatan-lipatan dua leher disertai membasuh wajah. Dan memanjangkan basuhan lengan serta kaki dengan membasuh sebagian dua lengan atas besertaan dengan membasuh kedua tangan dan membasuh sebagian dua betis besertaan membasuh dua kaki.

  1. Membasuh setiap anggota wudhu sebanyak tiga kali

Berarti membasuh muka tiga kali, tangan tiga kali dan seterusnya

  1. Mendahulukan anggota kanan daripada kiri.

Rosulullah Saw menyukai memulai dengan anggota yang kanan daripada anggota yang kiri dalam beberapa pekerjaan beliau.

  1. Berturut-turut antara anggota

Berturut-turut antara anggota artinya iala sebelum kering anggota pertama, anggota kedua sudah dibasuh, dan sebelum kering anggota kedua, anggota ketiga sudah dibasuh pula, dan seterusnya.

  1. Memperhatikan tumit dan saluran air mata

Yakni ujung mata yang berada didekat hidung, dan ekor mata yakni ujung mata yang lain, dengan menggunakan sisi dua jari penunjuk. Hokum sunnah tersebut apabila di dua daerah tersebut tidak terdapat kotoran mata yang dapat mencegah masuknya air, maka jika ada hukumnya menjadi wajib.

  1. Menghadap kiblat

Maksudnya ketika berlangsungnya kegiatan wudhu, disunnahkan menghadap kiblat.

  1. Tidak berbicara ketika melangsungkan wudhu

Ditengah wudhunya tanpa ada hajat selain dzikir dan tidak dimakruhkan untuk mengucapkan salam pada orang yang berwudhu dan tidak dari orang yang berwudhu begitu pula menjawabnya.

  1. Mengelap

Maksudnya meninggalkan mengelap bekas wudhu tanpa ada udzur, karena hal tersebut mengikuti nabi Muhammad Saw.

  1. Berdo’a sesudah selesai wudhu

Adapun do’a setelah wudhu sebagai berikut:

doa sesudah berwudhu

  1. Membaca dua kalimat syahadat setelah berwudhu

Sekiranya tidak ada ada pemisah yang lama secara umumnya. (novia/kuliahislam)

Baca Juga:

SUMBER:

Rasjid, Sulaiman. 2018. Fiqh Islam. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Risalatul Fiqih oleh K. Ahsan Sholih. Jepara (Ponpes Al Ishlah Al Ishom)