4 Mazhab Tentang Mustahiq Zakat

4 Mazhab Tentang Mustahiq Zakat

Dalam kuliah islam sebelumnya, membahas tentang mustahiq zakat atau orang-orang yang berhak menerima zakat. Antara lain ada faqir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharim, sabilillah, ibnu sabil.

Mustahiqqin atau orang yang berhak menerima zakat, setiap mazhab berbeda pendapat antara mazhab satu dengan mazhab yang lain tentang hal tersebut. Mazhab yang biasa kita ketahui ada empat, antara lain, mazhab Hanafi, mazhab Hambali, mazhab Maliki, dan mazhab Syafi’i.

Adapun penjelasan dari 4 mazhab tersebut antara lain:

  • Mazhab Hanafi

Fakir         : Orang yang mempunyai harta kurang dari satu nisab, atau mempunyai satu nisab atau lebih, tetapi habis untuk keperluannya.

Miskin      : Orang yang tidak mempunyai sesuatu pun.

‘Amil        : Orang yang diangkat untuk mengambil dan mengurus zakat.

Muallaf     : Mereka tidak diberi zakat lagi sejak masa, khalifah pertama

Riqab        : Hamba atau budak yang telah dijanjikan oleh tuannya bahwa dia boleh menebus dirinya dengan uang atau dengan harta lain.

Gharim     : Orang yang mempunyai hutang, sedangkan jumlah hartanya di luar hutang tidak cukup satu nisab; dia diberi zakat untuk membayar hutangnya.

Sabilillah  : Balatentara yang berperang pada jalan Allah

Ibnu Sabil : Orang yang dalam perjalanan, kehabisan perbekalan. Orang tersebut diberikan sekedar untuk keperluannya.

  • Mazhab Maliki

Fakir         : Orang yang mempunyai harta, sedangkan hartanya tidak mencukupi untuk keperlaunnya dalam masa satu tahun. Orang yang mencukupi dari penghasilan tertentu tidak diberi zakat. Orang yang punya penghasilan tidak mencukupi, diberi sekadar untuk mencukupi.

Miskin      : Orang yang tidak mempunyai sesuatu pun.

‘Amil        : Pengurus zakat, pencatat, pembagi, penasihat, dan sebagainya yang bekerja untuk kepentingan zakat. Syarat menjadi ‘amil: adil dan mengetahui segala hukum yang bersangkutan dengan zakat.

Muallaf     : Sebagian mengatakan bahwa orang kafir yang ada harapan untuk masuk agama Islam. Sebagian yang lain mengatakan bahwa orang yang baru memeluk agama Islam.

Riqab        : hamba muslim yang dibeli dengan uang zakat dan dimerdekakan.

Gharim     : orang yang berhutang, sedangkan hartanya tidak mencukupi untuk membayar hutangnya, hutangnya dibayar dari zakat dan kalua berhutang bkan untuk sesuatu yang fasad (jahat).

Sabilillah  : balatentara dan maa-mata. juga harus membeli senjata, kuda, atau untuk keperluan peperangan yang lain pada jalan Allah Swt.

Ibnu Sabil : orang yang dalam perjalanan, sedangkan ia memerlukan biaya untuk ongkos pulang ke negerinya, dengan syarat keadaan perjalanannya bukan maksiat.

  • Mazhab Hambali

Fakir         : Orang yang tidak mempunyai harta, atau mempunyai harta kurang dari seperdua keperluannya.

Miskin      : Mempunyai harta seperdua keperluannya atau lebih, tetapi tidak mencukupi.

‘Amil        : Pengurus zakat, dia diberi zakat sekedar upah pekerjaannya (sepadan dengan upah pekerjaannya).

Muallaf     : Orang yang mempunyai pengaruh di sekelilingnya, sedangkan ia ada harapan masuk Islam, ditakuti kejahatannya, orang Islam yang ada harapan imannya akan bertambah teguh, atau ada harapan orang lain akan masuk Islam karena pengaruhnya.

Riqab        : Hamba yang telah dijanjikan oleh tuannya boleh menebus dirinya dengan uang yag telah ditentukan oleh tuannya itu, ia diberi zakat sekadar penebus dirinya.

Gharim     : Ada dua macam, yang pertama orang yang berhutang untuk mendamaikan orang yang lain berselisih, yang kedua orang yang berhutang untuk dirinya sendiri pada pekerjaan yang mubah atau haram, tetapi dia sudah taubat. Maka ia diberi zakat sekedar hutangnya.

Sabilillah  : Balatentara yang tidak mendapat gaji dari pimpinan (pemerintah).

Ibnu Sabil : Orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan yang halal (yang diperbolehkan). Musafir diberi sekadar cukup untuk ongkos pulangnya.

  • Mazhab Syafi’i

Fakir         : Orang yang tidak mempunyai harta benda dan pekerjaan yang patut dan hasilnya bisa mencukupi kebutuhannya dan kebutuhan orang ia tanggung biaya hidupnya.

Miskin      : Orang yang memiliki harta atau pekerjaan yang telah menutup kebutuhannya, tetapi belum mencukupinya, misalnya orang yang kebutuhannya 10, tapi hanya mempunyai 8 dan tidak mencukupinya, sekalipun ia memiliki harta lebih dari satu nishab.

Amil         : Orang yang diutus oleh Imam untuk mengambil zakat, pembagi zakat, pengumpul zakat, bukan qadhi.

Muallaf     : Orang masuk islam yang masih lemah mental keislamannya atau orang islam yang mempunyai wibawa yang dengan diberi zakat, maka bisa diharapkan orang lain masuk islam.

Riqab        : Budak-budak mukatab yang perjanjian kitabahnya sah. Mukatab diberi atau tuannya atas izin dari mukatab, sejumlah tunggakan angsuran tebusan kemerdekaannya jika ia tidak mampu melunasi, sekalipun ia pandai bekerja.

Gharim     : Orang yang berhutang buat dirinya sendiri untuk kepentingan yang bukan maksiat. Maka gharim boleh diberi bagian zakat bila tidak mampu melunasi hutangnya, sekalipun rajib bekerja, sebab pekerjaan itu tidak bisa menutup kebutuhannya untuk melunasi hutang bila telah tiba saat pembayarannya.

Sabilillah  : Pejuang agama sukarelawan sekalipun kaya.

Ibnu Sabil : Orang yang mendakan perjalanan dari negeri zakat atau melalui negeri zakat. Dalam perjalanannya itu dia diberi zakat untuk sekadar ongkos sampai pada yang dimaksudnya, atau sampai pada hartanya dengan syarat bahwa ia memang membutuhkan bantuan. Perjalanannya itu pun bukan maksiat (terlarang) tetapi dengan tujuan yang sah, misalnya karena berniaga dan sebagainya. (novia_khil/kuliahislam)

Baca Juga :

SUMBER:

Rasjid, Sulaiman. 2018. Fiqh Islam. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari. Fathul Mu’in. diterjemahkan oleh Hakim, Fikril & Abu Sholahuddin. 2014. Jawa Timur: Lirboyo Pres.

geotimis (image).