4 Nasihat Gus Mus

4 Nasihat Gus Mus

Beberapa nasihat Gus Mus sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya yaitu tentang keistiqomahan amal baik dan tentang kepantasan seorang manusia yang menyombongkan diri.

Selanjutnya pada kali ini akan membahas lanjutan dari nasihat-nasihat Gus Mus. Adapun nasihat-nasihatnya antara lain:

  1. Berbuat baik tanpa tenaga

meninggalkan perbuatan yang tidak baik adalah kebaikan yang tidak memerlukan tenaga” (Gus Mus).

Hal yang menjadikan hidup bahagia dan dijauhkan dari musibah adalah meninggalkan perbuatan yang tidak baik. Karena kejahatan akan selalu membawa kemudaratan dan akan membimbing pelakunya pada kenistaan.

Ketika seseorang berniat untuk melakukan kebaikan, sedangkan ia belum melakukannya, hal itu sudah dicatat sebagai pahala. Akan tetapi kalau seseorang berniat untuk menjadi melakukan perbuatan yang tidak baik, Allah swt tidak langsung mencatat sebagai dosa selama ia belum melakukan.

Dan apabila seseorang tersebut sudah membatalkan rencana buruk itu, Allah swt akan menilainya sebagai sebuah kebaikan.

Baca Juga:

Itulah alasannya mengapa berbuat baik tidak perlu tenaga dan biaya. Sekiranya kita punya rencana yang tidak baik, atau sesuatu yang dapat merugikan orang lain, maka tinggalkanlah.

Jangan sampai sekali-kali memeliharanya. Karena, hal itu akan berkembang biak dan menjadi kejahatan yang lebih besar lagi.

Dengan hal tersebut agar dapat mengusir kebiasaan buruk, cobalah lakukan hal-hal penting antara lain: pertama, bicaralah pada diri sendiri bahwa kita bukanlah pelaku kebiasaan buruk;

kedua, jangan melakukan keburukan demi memuaskan keinginan kita. Karena sejatinya hal tersebut akan memaksa kita untuk melakukan perbuatan buruk yang selanjutnya; ketiga, alihkan fokus atau pemahaman kita dari keburukan menjadi kebaikan.

  1. Merendahkan orang lain, menistakan diri sendiri

Merendahkan orang lain tidak membuat kita luhur; malah justru menistakan diri sendiri” (Gus Mus).

Merendahkan orang atau kelompok lain merupakan suatu hal yang salah karena merupakan suatu bentuk kesombongan yang akan menjatuhkan diri sendiri.

Allah swt telah berfirman qur’an surat al hujarat ayat 11

alhujurat ayat 11

 

 

 

 

 

 

 

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum merendahkan kaum lain, (karena) boleh jadi mereka (yang direndahkan) lebih baik dari mereka (yang merendahkan), dan jangan pula perempuan-perempuan (merendahkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang direndahkan) lebih baik dari perempuan (yang merendahkan). janganlah kamu saling sela mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil gelar-gelar yang buruk. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. dan barang siapa tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al Hujaraat: 49)

Dari ayat diatas sudah jelas bahwa Allah swt melarang kita untuk menghina, meremehkan, dan mengolok-olok orang lain. Karena menghina dan merendahkan orang lain merupakan perbuatan atau tindakan yang zalim dan dosa.

Demikian jangan menjatuhkan harga diri hanya dengan perkataan dan perbuatan yang tidak baik.

  1. Jangan terkecoh perbuatan baik

Kesalahan yang membuat Anda sedih lebih baik daripada kebaikan yang membuat Anda congak” (Gus Mus)

Setiap orang yang dilahirkan di dunia ini pasti tidak luput dari salah dan lupa. Akan tetapi sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah ia yang menyesali perbuatan buruknya lalu belajar dari keburukan yang telah ia lakukan agar tidak terulang kembali.

Ada sebagian orang yang sangat sedih karena sudah melakukan kesalahan walaupun tidak begitu fatal. Sampai-sampai ia merenungi kesalahan yang telah diperbuatnya itu begitu mendalam dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Tapi tidak menutup kemungkinan orang yang banyak melakukan kebaikan, tapi ia malah tertipu oleh kebaikannya sendiri. Seakan-akan ia sudah melakukan perbuatan yang sangat mulia, sangat hebat, dan sangat luar biasa.

Padahal belum tentu seperti itu. Akibatnya malah membuat dirinya pongah dan selalu membangga-banggakan diri.

Untuk tidak terkecoh oleh perbuatan baik yang telah kita lakukan, maka lupakanlah perbuatan baik itu sesaat setelah dilakukan. Hal ini dimaksudkan supaya kebaikan yang kita lakukan itu hanya semata-mata karena Allah swt, buka karena selainNya. Sehingga kita tidak akan tertipu oleh perbuatan baik kita sendiri.

  1. Uruslah keyakinanmu sendiri, tidak perlu mengurus keyakinan orang lain!

Orang yang sibuk dengan keyakinan orang lain boleh jadi karena kurang yakin dengan keyakinannya sendiri” (Gus Mus).

Adapun cara untuk bisa atau membuat yakin antara lain: pertama, kita harus yakin dengan diikuti semangat. Artinya, kita harus konsisten dan gigih; kedua, kita harus fokus. Kalau kita yakin bahwa agama yang kita anut itu adalah benar, maka fokuslah pada agama yang kita jadikan pedoman hidup;

Ketiga, harus yakin dengan diikuti kedamaian pikiran dan hati, seperti perasaan tenang, damai, dan bahagia; keempat, kita harus yakin dengan disertai kebijaksanaan, agar setiap hal yang kita lakukan tidak bertentangan dengan ajaran agama. (novia_khil/kuliahislam).

SUMBER:

Waid, Ahfa. 2017. Nasihat-Nasihat Keseharian Gus Dur, Gus Mus, dan Cak Nun. Yogyakarta: DIVA Press.

naufasahiroh(image).