4 Nasihat Tentang Sosial Ala Cak Nun

4 Nasihat Tentang Sosial Ala Cak Nun

Sebelumnya sudah membahas tentang masalah sifat manusia, kehidupan dan hal-hal pembuka pikiran oleh Cak Nun.

Selanjutnya kita akan membahas tentang nasihat Cak Nun yang lain yaitu tentang sosial. Adapun nasihatnya sebagai berikut:

  1. Siapa yang lebih disukai tuhan?

Cak Nun berkata “Kira-kira tuhan suka yang mana dari tiga orang ini: pertama, orang yang sholat lima waktu, membaca al qur’an, membangun masjid, tetapi korupsi uang negara;

kedua, orang yang tiap hari berdakwah, shalat, hafal al qur’an, menganjurkan hidup sederhana, tetapi ia sendiri kaya raya, pelit, dan mengobarkan semangat permusuhan;

Ketiga, orang yang tidak sholat, tidak membaca al qur’an, tetapi suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih sayang? Kalau saya, memilih orang yang ketiga. Karena kalau korupsi orang negara, itu namanya membangun neraka, bukan membangun masjid.

Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya bukan membaca al qur’an tetapi menginjak-injaknya. Kalau korupsi uang rakyat, itu namanya bukan sembahyang, tetapi menginjak tuhan. Sedangkan orang yang suka beramal, tidak korupsi, dan penuh kasih sayang, itulah orang yang sesungguhnya sembahyang dan membaca al quran”.

Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa jangan sampai kita suka memprovokasi bahwa selain orang Islam, tidak bisa masuk surga. Karena kita tidak pernah tahu tentang kuasa Allah.

Maka, kalau ada orang yang bukan islam, tapi ia berbuat baik layaknya orang mukmin, kita tidak perlu mempertanyakan akan masuk surge atau tidak. Yang penting ia sudah berbuat baik.

Baca Juga:

Tidak perlu meributkan yang sekiranya tidak penting untuk dibahas. Sebaliknya, kalau ada orang islam yang mengerti tentang ajaran islam, tapi ia melanggar ajaran islam, kalau seperti ini ia akan masuk neraka.

Demikian, sebenarnya apabila ingin menjadi orang yang disukai dan dicintai Allah Swt, itu hal yang sangat mudah. Jika kita mengacu pada nasihat Cak Nun, kita jangan menjadi orang yang pertama, kedua, maupun ketiga.

Tapi jadilah orang yang keempat, yang merupakan kolaborasi dari yang pertama, kedua, ketiga, yaitu orang yang sholat lima waktu, membaca al qur’an, membangun dan meramaikan masjid, berdakwah, suka beramal, tidak pelit, tidak korupsi, dan penuh dengan sayang.

  1. Carilah apa yang benar, bukan siapa yang benar

Mulai sekarang carilah apa yang benar, bukan siapa yang benar, supaya kita terlatih untuk tidak mudah mengatakan “kamu salah” atau “mereka salah” atau “kamu sesat” atau “mereka sesat”.

Kita pasti tahu bahwa dalam agama islam sendiri, ada begitu banyak golongan. Ada yang mengaku islam ini, islam itu, dan sebagainya.

Akan tetapi jeleknya kita sering membanding-bandingkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Padahal hal seperti itu sangat tidak penting untuk dibahas. Karena yang lebih penting untuk dibahas sebenarnya adalah “apa yang benar”.

  1. Tidak jujur bikin sakit?

Kunci kesehatan adalah jangan berpikir untuk tidak jujur. Begitu berpikir untuk tidak jujur, akan tercipta ketidakseimbangan pada sel-sel tubuh. Dan hal tersebut yang mengakibatkan timbulnya penyakit.

Nasihat diatas dapat disimpulkan bahwa agar tubuh kita tetap sehat kuncinya yaitu menjaga lisan atau mulut kita dari berkata dusta serta jangan pula berpikir untuk berdusta.

Tentunya kalau sampai berbicara yang tidak benar atau bohong, akibatnya akan kita rasakan seperti takut kebohongan kita diketahui. Akibat dari ketakutan inilah, tubuh kita mengalami ketidakseimbangan yang nantinya akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Ilmu kesehatan sendiri mengatakan bahwa orang yang berbohong, akan mudah sakit punggung, pilek, sering sakit kepala, depresi, ketahanan tubuh menurun, risiko terkena penyakit kanker meningkat, dan kecanduan untuk berbohong lagi.

  1. Menolonglah, mudah-mudahan kamu mendapat pertolongan

Atas semua orang yang menderita, kewajiban kita hanya satu yaitu menolongnya. Untuk urusan kemanusiaan, jangan gunkan ideologi-ideologi yang berada di bawah kemanusiaan entah itu politik, kebudayaan, ataupun formalitas agama.

Menolong adalah hal yang wajib kita biasakan. Jangan sampai, kita menjadi begitu tidak peduli ketika ada yang butuh pertolongan.

Maka dari itu dalam tolong menolong ini janganlah kita pilih-pilih. Karena siapapun orangnya wajib kita tolong. Karena hanya dengan begitu, pada saat yang dibutuhkan, kita akan tertolong.

Dalam hal ini Rosulullah Saw. Pernah bersabda:

“barangsiapa meringankan suatu kesusahan orang mukmin dari kesusahan-kesusahannya di dunia, maka Allah akan meringankan satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari kiamat. Barangsiapa memberi kemudahan kepada orang yang dalam kesulitan, Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat….” (HR. Muslim) (novia_khil/kuliahislam).

Baca Juga:

SUMBER:

Waid, Ahfa. 2017. Nasihat-Nasihat Keseharian Gus Dur, Gus Mus, dan Cak Nun. Yogyakarta: DIVA Press.