5T (Tenang, Tekun, Teliti, Tanggulangi, dan Tawakkal) nya Cak Nun

5T (Tenang, Tekun, Teliti, Tanggulangi, dan Tawakkal) nya Cak Nun

Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa Cak Nun adalah seorang budayawan sekaligus intelektual muslim. Ia lahir di Jombang, Jawa Timur pada hari Rabu, 27 Mei 1953 yang merupakan anak keempat dari 15 bersaudara.

Dalam hal pendidikan, ia menyelesaikan sekolah dasarnya di kampung halamannya, Jombang. Kemudian, ia pun nyantri di Pondok Modern Gontor, Ponorogo.

Sedangkan sekolah menengah atasnya, ia menamatkannya di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Pendidikan tingginya Cak Nun sempat menjalaninya di Fakultas Ekonomi UGM, namun tidak diselesaikannya. Meski tidak punya gelar sarjana, namun Cak Nun banyak dikagumi oleh orang-orang yang pernah memajai toga S1, S2, dan bahkan S3.

Selain itu Cak Nun bersama Novi Budianto juga mempunyai komunitas musik dakwah yang menamakan dirinya sebagai Kiai Kanjeng. Bersama group musiknya tersebut, ia sering berkeliling ke berbagai wilayah di Indonesia.

Cak Nun pun aktif mengasuh komunitas masyarakat Maiyah, yang mencakup diskusi, pemahaman nilai-nilai, pengkajian pola komunikasi, pendidikan cara berfikir, serta pengupayaan solusi atas masalah masyarakat umum.

Dalam hal ini, Cak Nun selalu berusaha meluruskan berbagai kesalahpahaman, baik kesalahan makna etimologi maupun makna kontekstual.

Selain seorang kiai (meski enggan disebut sebagai kiai), Cak Nun merupakan penulis, penyair, dan pemain teater. Bahkan, saking hebatnya, ia pernah mengikuti lokakarya teater di Filipina (1908); International Writing Program di Universitas Lowa Amerika Serikat (1984); Festival Penyair Internasional di Rotterdam, Belanda (1984); dan festival Horizonte II di Berlin Barat, Jerman (1985).

Sungguh hal tersebut merupakan prestasi yang luar biasa, yang patut kita contoh. Untuk itu, marilah kita juga berusaha untuk sekeren, sehebat, dan searif Cak Nun.

Tujuannya agar kita mempunyai kehidupan yang mapan semapan-mapannya dan bisa menjadi teladan bagi generasi selanjutnya.

Baca Juga:

Menurut Cak Nun kita sebagai seorang manusia harus bisa berpikir jernih, menggunakan akal sehat yang kita punya untuk bisa menyikapi masalah, problem, atau persoalan yang sedang kita hadapi.

Tujuannya, agar nanti bisa dengan mudah menyelesaikan setiap masalah. Agar ilmu dan akal kita dapat difungsikan dengan baik saat masalah datang. Diantaranya yang dilakukan yaitu 5 T (tenang, tekun, teliti, tanggulangi, dan tawakkal), adapun penjelasannya sebagai berikut:

  1. Tenang

Setiap masalah yang datang kalua kita hadapi dengan kekhawatiran, ketergesa-gesaan, atau kegetiran, tentu hasilnya akan amburadul dan masalahnya pun akan tetap ada.

Malahan, masalahnya akan semakin besar, loh. Ingat, Allah Swt sangat dekat dengan hamba-Nya yang tenang. Sebab, kalau kita tenang, kita akan mampu berpikir lebih jernih daripada biasanya.

Selain itu, kita pun akan semakin mudah untuk mengendalikan emosi dan menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi.

  1. Tekun

Tekun merupakan kebiasaan orang yang bertanggung jawab. Sedangkan orang yang bertanggung jawab, pasti lebih keren dalam menyelesaikan masalahnya daripada tidak.

Selain itu, jika kita tekun, kita akan mampu mengatasi banyak masalah. Jika kita sedang kesulitan melakukan sesuatu, tentu, agar tidak lagi kesulitan dan semakin mudah, kita harus melakukannya dengan tekun.

  1. Teliti

Teliti boleh dibilang sebagai sikap memeriksa untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Dengan ketelitian, seseorang akan semakin waspada dan berhati-hati dalam menyelesaikan masalah tanpa menciptakan masalah baru.

Sehingga, dengan ketelitian ini, kita dapat meminimalisir terjadinya masalah. Atau jika sudah ada masalah dan kesulitan, akan semakin gampat atau mudah diatasi.

Baca Juga:

  1. Tanggulangi

Apapun yang terjadi, hadapilah! Jangan ditunda, apalagi malah lari menghindari masalah yang sedang dihadapi.

Masalah tidak pernah akan pernah selesai jika kita tidak membereskannya atau menyelesaikannya. Kesulitan akan tetap sulit, jika tidak ditanggulangi dengan baik. Maka dari itu pada setiap kesulitan, kita harus mampu melihat sisi lain yang mungkin justru ada kemudahan.

  1. Tawakkal

Dalam menghadapi masalah apapun jangan lupakan Allah. Karena, tawakkal merupakan jalan yang akan mempermudah masalah yang sedang kita hadapi. Yakinlah allah swt yang akan menuntun hidup kita.

Dengan bertawakkal, artinya kita menyerahkan seluruh hidup kita seluruhnya hanya kepada Allah. Dan kita tahu jika suatu hal telah ditangan allah, semua kesulitan dan masalah akan terselesaikan. (novia_khil/kuliahislam)

Baca Juga:

SUMBER:

Waid, Ahfa. 2017. Nasihat-Nasihat Keseharian Gus Dur, Gus Mus, dan Cak Nun. Yogyakarta: DIVA Press.