Biografi Lengkap Sa’id Bin Jubair

Biografi Lengkap Sa’id Bin Jubair

Lahir 36 H. Wafat 95 H.

Beliau adalah salah seorang wali Allah yang shalih dan terkabul doanya, dan masyhur dengan ibadah dan tangisan. Sebagaimana namanya, dia adalah orang yang berbahagia dengan ketaatan.

Dari Ashbagh bin Zaid, dia mengatakan, Sa’id bin Jubair memiliki ayam jago yang kokokannya membangunkannya malam hari. Suatu malam ayam jagonya tidak berkokok hingga pagi tiba, hingga Sa’id bin Jubair tidak shalat pada malam itu.

Hal itu membuatnya berat hati, lalu dia mengatakan, “Ada apa dengan ayam jago itu, semoga Allah memutus suaranya”. Setelah itu, ayam jago tersebut tidak terdengar lagi suaranya. Mengetahui hal itu, ibunya mengatakan kepadanya, “Jangan pernah mendoakan keburukan pada sesuatu pun setelah ini”.

Sa’id ini disiksa oleh al-Hallaj hingga terbunuh. Dia bisa saja mendoakan keburukan terhadap al-Hallaj, tetapi dia tidak melakukannya. Bahkan, doa yang dipanjatkannya adalah agar dirinya menjadi orang terakhir yang dibunuh oleh al-Hallaj. Maka Allah pun mengambil al-Hallaj, dan membebaskan negeri-negeri dan para hamba dari keburukannya. Hal tersebut tidak lama setelah wafatnya Sa’id bin Jubair.

Baca Juga:

Ibnu Abbas (ulama umat dan pakar tafsir al-Qur’an) apabila ditanya oleh salah seorang dari penduduk Kuffah, maka beliau mengisyaratkan kepada Sa’id bin Jubair seraya mengatakan, “Bukankah di tengah kalian terdapat Ibnu Ummi ad-Dahma’ yaitu, Sa’id bin Jubair?!”.

Beliau ini adalah Sa’id yang menangis pada malam hari hingga penglihatan matanya kabur. Beliau mengikuti Ibnu al-Asy’ats, saat dia memberontak terhadap al-Hallaj dan mengajak manusia untuk memerangi al-Hallaj karena kedhaliman, keangkuhan, serta tindakannya mematikan shalat, dan menghinakan kaum muslimin.

Tatkala Ibnu al-Asy’ats, Said bin Jubair melarikan diri ke Mekkah, dan tetap bersembunyi selama dua belas tahun. Lalu dia di tangkap oleh al-Hallaj pada tahun wafatnya, karena apa yang telah Allah kehendaki terhadap al-Hallaj ats-Tsaqafi berupa akhir kehidupan yang buruk dan untuk menggiring kebahagiaan dan mati syahid kepada Sa’id bin Jubair. Al-Hallaj membunuhnya dengan cara membunuh yang paling keji, sedangkan Sa’id bersabar lagi berharap pahala, menginginkan karunia Allah dan surga.

Baca Juga:

Nama, Kelahiran, Dan Ciri-Ciri Sa’id Bin Jubair

Nama beliau:

Beliau adalah: Sa’id bin Jubairbin Hisyam al-Asadi al-Walibi, maula mereka. Nama kuniyahnya adalah Abu Muhammad, dan ada yang menyebutnya Abu Abdillah. Beliau adalah seorang imam, hafidz, muqri’, mufassir, syahid, dan salah seorang ulama terkemuka.

Kelahiran:

Tidak ada seorang pun dari kalangan para penyusun biografi yang menegaskan tentang kelahirannya. Sementara mereka menegaskan bahwa dia terbunuh pada bulan Sya’ban pada tahun 95 H.Beliau pernah mengatakan kepada putranya (sebelum dipenggal), “Ayahmu tidak tetap hidup setelah 57 tahun (apa yang membuatmu menangis)?”. Berdasarkan hal itu, berarti kelahirannya pada 38 H.

Adz-Dzahabi menegaskan bahwa Sa’id bin Jubair lahir pada masa kekhalifahan Abu al-Hasan, Ali bin Abi Thalib ra.

Baca Juga:

Sebagian ulama mengatakan, “Beliau berusia 49 tahun, dan kelahirannya pada tahun 46 H.”

Ciri-ciri fisik:

Adz-Dzahabi mengatakan, “Diriwayatkan bahwa beliau berkulit hitam”.

Dari Abdullah bin Numair, dari Fithr, dia mengatakan, “Aku melihat Sa’id bin Jubair berambut dan berjenggot putih”.

Dari Ayyub mnegatakan, “Sa’id bin Jubair pernah ditanya tentang menyemir (rambut dan jenggot) dengan daun al-Wasmah, maka dia memakruhkannya seraya berkata, ‘Allah memakaikan cahaya pada wajah hamba, lalu dia sendiri yang menutupinya dengan warna hitam”.

Dari Ismail bin Abdul Malik, dia mengatakan, “Aku melihat Sa’id bin Jubair memakai sorban putih”.

Dari al-Qasim al-A’raj, dia mengatakan, “Sa’id bin Jubair biasa menangis (karena takut kepada Allah) pada malam hari hingga matanya kabur”. (ir/kuliahislam)

 

Sumber: Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah, Darul Haq