Biografi Lengkap Umar Bin Abdul Aziz

Biografi Lengkap Umar Bin Abdul Aziz

Seandainya kita bersikap obyektif, niscaya beliau menjadi pembuka biografi ini, karena beliau lebih utama dalam kemuliaan daripada tokoh-tokoh yang sebelumnya, dan karena memiliki kelebihan dalam keterpandangan dan kemuliaan.

Beliaulah “pembaharu pertama” bagi pemuda Islam di penghujung seratus tahun pertama, orang yang paling harum perjalanan hidupnya, dan paling harum batinnya. Dunia datang kepadanya dengan berbagai gemerlap dan gegap gempitanya, (akan tetap beliau memilih akhirat).

Beliau memenuhi bumi dengan keadilan, setelah (sebelumnya) dunia dipenuhi dengan kedzaliman. Beliau merubah permukaan bumi dalam waktu hanya dua tahun lebih lima bulan. Beliau menjalankan misi (janjinya) lalu menghadap Rabbnya.

Abu Nu’aim mengatakan dalam biografinya, “Beliau adalah orang nomor satu dari generasinya dalam hal keutamaan, dan paling unggul dari kaum kerabatnya dalam hal keadilan. Dia menghimpun zuhud dan kesucian diri, wara’, dan sifat merasa cukup. Dia disibukkan oleh kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia, dan menegakkan keadilan telah memalingkannya dari kedzaliman.

Baca Juga:

Dia adalah khalifah yang menjaga keamanan dan perdamaian untuk rakyatnya, serta sebagai hujjah dan bukti atas siapa saja yang menyelesihinya. Dia adalah seorang yang cakap lagi berilmu, mampu memberikan pemahaman lagi bijaksana.

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengatakan, “Jika engkau melihat seseorang mencintai Umar bin Abdul Aziz dan menyebut kebaikan-kebaikannya serta menyebarkannya, maka ketahuilah bahwa ada kebaikan di balik itu, Insya Allah.

Dan tidak ada orang yang membaca sirah Imam ini lalu hatinya tidak dipenuhi dengan kecintaan kepadanya, karena beliau telah menghimpun berbagai keutamaan dan jiwanya jauh dari kelalaian dan kehinaan!

Tampak padanya tanda-tanda kemuliaan sejak kecil. Beliau menghatamkan al-Qur’an, dan tidak sibuk dengan kemewahan dan kekayaan sebagaimana kebiasaan para pemimpin. Tetapi dia mencari kemuliaan hakiki dan kehormatan yang abadi. Beliau pergi ke Madinah , dan duduk di majlis para ahli fikih Madinah, dan mengambil ilmu, petunjuk dan sifat mereka.

Beliau tidak pernah mengincar sebagai khalifah satu hari pun, beliau bukan keturunan khalifah, beliau keturunan Abdul Aziz bin Marwan, sementara tampak kekhalifahan ada pada keturunan Abdul Malik bin Marwan. Tetapi kedudukan yang luhur memilihnya untuk menjadi khalifah, meskipun usianya masih muda dan masa kepemimpinannya sebentar, di mana kekhalifahannya serupa dengan kekhalifahan Abu Bakar as-Shiddiq.

Baca Juga:

Dalam masa kepemimpinan yang singkat, beliau berhasil mengembalikan hak-hak yang dirampas secara dzalim, mengangkat ahli kebajikan dan keshalihan sebagai pejabat, dan memecat ahli kedzaliman dan kerusakan. Sehingga oengangkatan seseorang sebagai pejabat yang dilakukannya (dijadikan) sebagai ta’dil (penilaian adil) di kalangan para imam al-Jarh wa at-Ta’dil.

Mereka mengatakan, “Dia diangkat oleh Umar bin Abdul Aziz sebagai pejabat”. Lewat perantaranya, Allah memuliakan agama ini, meninggikan mercusuar sunnah, dan memadamkan api bid’ah, sehingga ahli bid’ah tertekan lagi terhina, dan mereka tidak berani berterus terang dengan bid’ah mereka. Beliaulah yang memerintahkan menulis hadis-hadis Nabi Saw dan menghimpunnya, sehingga kebaikan menjadi banyak, keshalihan merata, dan berbagai urusan hamba tertata.

Dari Awanah bin Hakam dia mengatakan, “Tatkala Umar bin Abdul Aziz dibai’at menjadi khalifah, para penyair datang kepada beliau dan berdiri di depan pintu istananya selama beberapa hari tanpa diizinkan masuk. Ketika mereka dalam keadaan demikian, pada suatu hari, dan mereka telah berniat untuk pergi, tiba-tiba Raja’ bin Haiwah lewat di hadapan mereka. Tatkala Jarir melihatnya masuk menemui Umar bin Abdul Aziz, maka dia bersenandung;

“Wahai laki-laki yang sorbannya terjulur

Inilah saatmu, maka mintakan izin untuk kami pada Umar”.

Ia pun masuk dan tidak menyebutkan tentang mereka sedikit pun. Kemudian Adi bin Artha’ah lewat di hadapan mereka, maka Jarir mengatakan;

“Wahai kafilah yang menggiring kendaraannya

Inilah saatmu, sementara saatku telah berlalu

Sampaikan pada khalifah kami jika engkau bertemu dengannya

Aku berada di depan pintu seperti dibelenggu pada tanduk

Jangan lupa keperluan kami, semoga engkau mendapat ampunan

Sungguh aku telah lama di sini

Meninggalkan keluarga dan tanah airku”.

Baca Juga:

Adi pun masuk menemui Umar, lalu dia mengatakan, ‘Wahai Amirul Mukminin, para penyair ada di depan pintu Anda. Panah mereka itu beracun, dan kata-kata mereka itu menembus’. Umar mengatakan, ‘Kenapa denganmu wahai Adi! Apa urusanku dengan para penyair?’. Dia mengatakan, ‘Semoga Allah memuliakan Amirul Mukminin. Sesungguhnya Rasulullah Saw pernah dipuji, lalu dia memberi, dan pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi Anda’. Umar bertanya, ‘Bagaimana kisahnya?’. Dia mengatakan, ‘Al-Abbas bin Mirdas as-Sulami memujinya, maka beliau memberikan sehelai pakaian kepadanya, di mana beliau menghetikan omongannnya dengan itu’.

Maka Umar ra. mengizinkan Jarir masuk menemuinya. Dia pun masuk seraya berkata,

‘Sesungguhnya yang mengutus Nabi Muhammad

Telah memberikan kekhalifahan kepada Imam yang adil

Keadilan dan kewibawaannya meliputi wilayah kekhalifahan

Hingga membuat ngeri dan meluruskan

Kecenderungan orang yang menyimpang

Sesungguhnya aku benar-benar berharap

Kebaikan yang disegerakan pada Anda

Dan jiwa dikodratkan menyukai suatu yang disegerakan’.

Umar mengatakan, ‘Wahai Jarir, aku tidak melihatmu memiliki hak di sini’. Dia mengatakan, ‘Ya, aku mempunyai hak, wahai Amirul Mukminin, aku adalah ibnu sabil yang kehabisan bekal’. Umar pun memberikan kepadanya dari harta pribadi beliau sebanyak seratus dirham. Lalu dia keluar, maka para penyair yang di depan pintu berkata, ‘Apa yang ada di belakangmu?’. Dia mengatakan, ‘Sesuatu yang menyakitkan kalian. Aku keluar dari sisi Amirul Mukminin, sedang dia memberi kaum fakir dan menghalangi para penyair. Namun, aku ridha kepadanya’. Kemudian dia berucap,

‘Aku melihat jampi setan tidak mempan terhadapnya, padahal setanku dari jin benar-benar penjampi (yang ampuh)’. (ir/kuliahislam)

 

Sumber: Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah, Darul Haq