Ketika Para Sufi Jatuh Cinta

Ketika Para Sufi Jatuh Cinta

Ketika Para Sufi Terjerat Asmara (3) Asmara adalah penyakit murahan, namun obatnya sangatlah mahal. Sajak dari al-Buthuri, pujangga legendaris Dinasti Abbasiyah itu, dikutip oleh Ibnul Jauzi saat menguraikan kiat-kiat untuk menyembuhkan penyakit asmara. Cukup panjang lebar Ibnul Jauzi menulis tema tersebut dalam kitabnya Dzammul-Hawa. Namun, inti dari uraian beliau bermuara pada satu hal, yaitu putuskanlah …

Lanjutkan membaca →

Inilah Kisah Cinta Hasan Al-Bashri Dan Rabi’ah Al-Adawiyah

Inilah Kisah Cinta Hasan Al-Bashri Dan Rabi’ah Al-Adawiyah

Ketika Para Sufi Terjerat Asmara (2) Fiksi Cinta Hasan al-Bashri dan Rabiah Kisah pinangan Imam Hasan al-Bashri terhadap Rabiah al-Adawiyah menjadi sangat masyhur karena dikisahkan oleh Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Uqudul-Lujain, kitab paling populer di Indonesia mengenai etika Islam dalam membangun kehidupan rumah tangga. Secara singkat kisah tersebut menggambarkan Imam Hasan al-Bashri bersama dengan …

Lanjutkan membaca →

Inilah 7 Manfaat Kondisi Lapar Dalam Tirakat Para Sufi

Inilah 7 Manfaat Kondisi Lapar Dalam Tirakat Para Sufi

Lapar Adalah Makanan Lezat Di antara 7 manfaat tersebut adalah: Membeningkan mata hati. Sebab, selalu kenyang membuat hati seseorang menjadi buta akan kelemahan dirinya. Dia lupa bahwa dirinya adalah makhluk yang sangat lemah. Abu Sulaiman ad-Darani menyatakan, “Lapar membuat nafsumu menjadi lemah dan hatimu menjadi lembut”. Membangkitkan kesadaran hati tentang bala’ dan azab Allah Swt. …

Lanjutkan membaca →

Mengintip Dapur Para Tokoh Sufi (3)

Mengintip Dapur Para Tokoh Sufi (3)

Syekh Bannan al-Hammal, tokoh sufi asal Irak yang hidup di Mesir pernah dihukum oleh Ahmad bin Thulun, jenderal Abbasiyah yang mendirikan dinasti sendiri di Mesir. Ibnu Thulun menyeretnya dan melemparkannya ke kandang singa. Syahdan, apa yang terjadi? Singa-singa itu memang sempat mengerumuni, tapi hanya mengenduskan hidung ke tubuh Bannan al-Hammal, lalu membiarkannya. Tak pelak, kejadian …

Lanjutkan membaca →

Bagi Kaum Sufi, Makanan Terlezat Adalah Lapar

Bagi Kaum Sufi, Makanan Terlezat Adalah Lapar

Mengintip Dapur Para Tokoh Sufi (2) “Tidak ada hidangan yang lebih nikmat daripada makanan di waktu lapar”. Begitu kata sebuah pesan bijak yang sangat masyhur di Arab. Jika pesan bijak ini dipakai oleh kalangan sufi barangkali akan melahirkan pemahaman yang jauh berbeda dengan pemahaman orang pada umumnya. Bagi para sufi, lapar bukanlah kondisi yang mereka …

Lanjutkan membaca →

Mengintip Dapur Para Tokoh Sufi (1)

Mengintip Dapur Para Tokoh Sufi (1)

Para sufi adalah manusia, maka mereka pun tidak bisa lepas dari makanan. Akan tetapi, pola makan kaum sufi sangat jauh berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Hal itu karena kalangan sufi menerapkan pola hidup zuhud, wara’, melawan nafsu, mengebiri selera dan menjauhi kenikmatan dunia. Saat pola hidup di atas diterapkan dalam masalah makanan sebagai kebutuhan pokok …

Lanjutkan membaca →

Inilah Tafsir Ayat “MIN HAITSU LA YAHTASIB” Ala Sufi

Inilah Tafsir Ayat “MIN HAITSU LA YAHTASIB” Ala Sufi

Telah menjadi kisah yang sangat masyhur bahwa Sayyidina Umar bin Khattab pernah mendamprat seseorang yang ingin mendapatkan rizki dengan mengandalkan doa. Beliau berkata, “Janganlah sekali-kali salah satu dari kalian berpangku tangan tidak mencari rizki, seraya berkata, ‘Ya Allah berilah aku rizki’. Kalian tahu, langit tidak pernah menurunkan hujan emas juga perak”. Kemungkinan besar, sasaran utama …

Lanjutkan membaca →

Inilah Prinsip Bisnis Ala Imam Ghazali

Inilah Prinsip Bisnis Ala Imam Ghazali

Etika Bisnis Ala Sufi (Aksi Sosial Para Kreditor Sufi) Orang yang berhutang, lebih layak mendapatkan pembelaan dan perhatian daripada orang yang memberi hutang. Hal itu, kata Imam Ghazali, karena kesejahteraan orang yang berhutang pastinya sedang dalam kondisi “kekurangan”, sedangkan orang yang memberi hutang, pastinya dia sedang kondisi memiliki “kelebihan”. Oleh karenanya, dalam kondisi normal, jika …

Lanjutkan membaca →

Inilah Teori Berbisnis Sambil Beramal

Inilah Teori Berbisnis Sambil Beramal

Etika Bisnis Ala Sufi (2) Suatu ketika, ada seseorang melihat Abdullah bin Ja’far menawar barang yang hendak ia beli. Abdullah bin Ja’far menawarnya dengan sangat gigih, untuk menurunkan harga satu dirham. Orang-orang terheran-heran, pasalnya Abdullah bin Ja’far dikenal sebagai orang yang sangat dermawan. Dia sering bersedekah ratusan atau bahkan ribuan dirham, dengan tanpa rasa berat …

Lanjutkan membaca →

Inilah Etika Bisnis Ala Sufi

Inilah Etika Bisnis Ala Sufi

Sedikit Demi Sedikit, Lama-Lama Menjadi Bukit Perilaku bisnis yang sesuai dengan aturan-aturan fikih dalam syarat dan rukunnya, dianggap memenuhi standar keadilan, atau standar minimal yang menyebabkan seseorang selamat dari dosa. Sedangkan perilaku bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip tasawuf, dianggap memenuhi standar ihsan. Yaitu, standar yang harus dilakukan agar sebuah perilaku bisnis tidak hanya selamat dari …

Lanjutkan membaca →

Inilah Ujaran Sufi Tentang Ilmu Ladunni (2)

Inilah Ujaran Sufi Tentang Ilmu Ladunni (2)

Wirid Sebagai Sumber Dari Wirid اِنَّ مِنَ الْعِلْمِ كَهَيْئَةِ الْمَكْنُوْنِ لاَ يَعْلَمُهُ اِلاَّ اَهْلُ الْعِلْمِ بِاللهِ فَإِذَا نَطَقُوْا بِهِ لَمْ يُنْكِرْهُ اِلاَّ اَهْلُ الْعِزَّةِ بِاللهِ “Sesungguhnya di antara ilmu pengetahuan ada yang seperti barang simpanan. Tidak ada yang mengetahuinya kacuali orang yang ahli makrifat kepada Allah. Jika mereka mengucapkan ilmu tersebut, maka yang mengingkari hanyalah …

Lanjutkan membaca →

Inilah Ujaran Sufi Tentang Ilmu Ladunni (1)

Inilah Ujaran Sufi Tentang Ilmu Ladunni (1)

Bertanilah Dulu, Baru Harta Karun Allah Swt berfirman: فَوَجَدَا عَبۡدٗا مِّنۡ عِبَادِنَآ ءَاتَيۡنَٰهُ رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِنَا وَعَلَّمۡنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلۡمٗا ٦٥ “Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami”. (QS. Al-Kahfi: 65) Imam Ghazali …

Lanjutkan membaca →

Dahsyatnya Nahi Mungkar Ala Sufi (3)

Dahsyatnya Nahi Mungkar Ala Sufi (3)

Makin Dilarang Makin Menyimpang Imam asy-Sya’rani dalam Lawaqihul- Anwar al-Qudsiyyah mengatakan, “Nahi mungkar itu butuh strategi”. Orang yang hendak terjen ke dalam nahi mungkar, dawuh beliau sebaiknya berada dibawah bimbingan seorang syekh yang mumpuni, agar masyarakat bisa patuh terhadap tindakan dan ucapannya. Dengan begitu dia bisa menangkap ikannya, tanpa mengeruhkan airnya. Tanpa strategi yang matang, …

Lanjutkan membaca →

Dahsyatnya Nahi Mungkar Ala Sufi (2)

Dahsyatnya Nahi Mungkar Ala Sufi (2)

Menghalau Angkara dengan Panah Hati Dalam kitab Latha’iful–Ma’­arif Syekh Ibnu Rajab menyebutkan, “Sebuah nasehat tidak akan pernah memberikan manfaat kecuali kalau benar-benar keluar dari hati. Karena sesuatu yang keluar dari hati akan masuk ke dalam hati. Sedangkan sesuatu yang keluar dari mulut akan masuk melalui telinga lalu keluar dari telinga yang lain”. Yang dimaksud hati …

Lanjutkan membaca →