Fenomena Penglaris Dengan Kotoran Kulit

Fenomena Penglaris Dengan Kotoran Kulit

Yang Digunakan Adalah Kotoran Borok Atau Koreng

Masih dengan pembahasan penglaris kuliner. Sebelumnya sudah sedikit dijelaskan, bahwa penglaris dan pesugihan sangat jauh berbeda, pesugihan lebih menjanjikan dan biasanya menggunakan tumbal nyawa, sedangkan penglaris tidak menggunakan tumbal nyawa. Akan tetapi, keduanya sama-sama menyekutukan Tuhan dan dilarang oleh agama apapun.

Kali ini akan membahas mengenai pemanfaatan orang yang sakit borok (kulit), bisa karena sakit diabetes basah, kusta, ataupun penyakit-penyakit kulit yang lain, terutama yang ada di kaki. Awalnya para pelaku penglaris ini akan mencari orang yang mengalami sakit kulit seperti yang disebutkan di atas, terutama kaum yang tidak berpunya -biasanya manula- dengan alasan akan dirawat dan diobati dengan layak.

Setelah mendapatkan target sesuai harapan, penderita penyakit kulit ini akan dibawa ke suatu tempat, biasanya rumah pemilik penglaris, bisa juga kamar yang berada di belakang tempat usaha.

Baca Juga :

Sebelumnya, pemuja setan (pelaku penglaris)  terlebih dulu mendatangi dukun dan meminta syarat. Syarat dan ubo rampe berupa bongkahan garam (garam krosok) yang banyak beserta syarat lainnya. Garam yang telah diolah dengan energi negatif oleh sang dukun kemudian dibawa kembali oleh pencari penglaris untuk digunakan.

Kemudian garam tadi diambil sedikit demi sedikit untuk dicampur air hangat, kemudian digunakan untuk merendam kaki si penderita penyakit kulit tadi dengan alasan agar lukanya lekas mengering. Biasanya kegiatan ini rutin setiap pagi atau sore menjelang usaha kuliner tersebut buka. Namun, yang terjadi bukan kesembuhan yang didapat, melainkan penyakit yang semakin menjadi, bahkan borok itu akan melebar dan mengeluarkan nanah bercampur darah yang baunya amis serta busuk. Ironisnya, semakin parah sakitnya, tempat usaha itu semakin ramai dan laris.

Air rendaman kaki borok tadi kemudian dicampur pada kuah berbagai makanan yang dijual oleh pelaku. Penglaris ini dinamakan Penglaris Banyu Buthek (air keruh) karena jika diamati warna air rendaman kaki borok tadi berwarna putih keruh.

Kami menilai penglaris ini merupakan penglaris paling top dari semua penglaris yang ada, karena orang yang memiliki kepekaan indera keenam biasanya akan sukar mendeteksi keberadaan makhluk gaib seperti pocong atau jin-jin negatif lainnya di sekitar rumah makan. Hanya saja, jika saja saudara ada yang peka, makanan-makanan yang menggunakan penglaris ini akan mengeluarkan aura merah.

Ciri lainnya adalah, ketika memasak dengan campuran air ajaib ini aroma makanan akan menyebar kemana-mana. Contohnya, ketika si koki menuangkan air campuran nanah dan darah tersebut untuk menumis bumbu di wajan, bau menusuk menyebar kemana-mana dan membuat orang yang menciumnya merasakan hasrat ingin makan di tempat makan itu.

Baca Juga :

Usaha kuliner yang menggunakan penglaris ini biasanya ada di kota-kota besar, bahkan di tempat-tempat kalangan menengah ke atas. Ada juga beberapa katering yang menggunakan penglaris ini. Salah satu yang menjadi ciri pengusaha katering yang menggunakan jimat ini, makanannya ada beberapa yang menjadi hambar. Kenapa ? Karena masakan tersebut ketika dalam proses ekspedisi dilangkahi, sehingga sihir menjadi lenyap. Bisa dicoba jika saudara merasa ada yang janggal, makanan yang mau dimakan ditaruh dan dilangkahi.

Kemudian nasib orang yang punya penyakit kulit tadi bagaimana ?

Tanpa disadari lambat laun korban itu akan mengalami kematian mengenaskan dengan luka borok yang semakin parah. Kemudian sakit kulit tadi otomatis akan berpindah kepada pemilik usaha ataupun orang tuanya (jika masih hidup).

Disini terjadi kesepakatan keluarga, apakah penerus usaha sanggup dan mau untuk meneruskan ritual ini atau tidak. Jika tidak maka yang terjadi usaha tersebut akan berangsur-angsur sepi.

Sosok jin yang memanfaatkan nanah, darah, serta korang sebagai sumber energinya berwujud manusia dengan badan kurus kering dan kulit di sekitar tubuhnya mengelupas serta berwarna merah menyala. Jin ini atau lebih tepat disebut setan adalah jenis jin pemakan bangkai busuk.

Jin ini hanya bekerja ketika garam yang telah diberi mantra sang dukun dicampur dengan air hangat dan dipergunakan untuk merendam kaki korban tadi. Lalu setelah selesai, jin akan pergi sehingga keberadaan sosok makhluk halus di tempat usaha tidak akan terdeteksi.

Baca Juga :

Ketika garam habis, maka pemuja penglaris wajib segera mendatangi dukun lagi agar usahanya tetap berjalan lancar, begitu seterusnya.

Berikut kata-kata yang di sampaikan salah satu jin pemakan bangkai :

“Kutambahi ini… ini… ini… (sambil mengupas korengnya) biar kalian makin lahap makannya. Hahaha”.

Kemudian dukun berkata :

“Makani uwong nggo gudig, ya bakalan kewales gudigen”.

Artinya : Memberi makan orang dengan koreng, nanti badannya juga akan penuh koreng. Wallahu A’lam. 

 

Sumber : Kisah Tanah Jawa Penerbit Gagas Media Ciganjur-Jagakarsa