Fenomena Penglaris Penyeduh Air Candu

Fenomena Penglaris Penyeduh Air Candu

Yang Digunakan Adalah Celana Dalam Karyawannya Sendiri

Bisnis kuliner memang sangat menggiurkan keuntungannya, membuat banyak orang mencoba peruntungan. Mereka berlomba-lomba membuat inovasi hidangan lezat agar orang-orang datang dan membeli. Namun, persaingan kadang menjadi tidak sehat ketika salah satu pelaku bisnis mencoba mengusili usaha yang lain. Pada akhirnya, hampir semua ketularan memakai kekuatan tak kasatmata agar usahanya berkembang pesat dan cepat.

Sudah ada percobaan untuk menginvestigasi penglaris yang biasa dipakai para pelaku bisnis kuliner. Kalau pembahasan sebelumnya mengenai pocong penglaris, sekarang kami angkat penglaris lainnya, yakni celana dalam bekas.

Bagi pengusaha kelas menengah, penggunaan celana dalam bekas hingga saat ini masih banyak dilakukan, terutama pengusaha kuliner yang memiliki gerobak di depan warung lengkap dengan panci atau baskom sebagai tempat kuah atau merebus bahan baku.

Baca Juga :

Secara teknis, awalnya para pelaku akan mencuri celana dalam bekas yang kemudian diolah oleh dukun dengan menggunakan mantra-mantra tertentu. Energi yang diambil yakni dari daki serta kotoran-kotoran yang menempel pada celana dalam bekas. Kotoran-kotoran tadi gunanya untuk membangkitkan kekuatan sosok jin negatif yang berwujud kerdil, berekor, dan bermata besar. Dan pori-pori kulitnya keluar keringat berwarna hijau, sekilas mirip sirup.

Sosok mirip siluman melata ini biasa nongkrong didekat panci tempat rebusan kuah. Ketika sosok gaib ini buang air kecil dan buang air besar, kotorannya diambil dimasukkan ke dalam rebusan air (kuah) agar semakin lezat.

Menurut investigasi, rebusan celana dalam ini efektif digunakan setiap hari selama selapan hari (35 hari). Jadi, bisa dikatakan panci atau baskom tersebut sengaja tidak pernah dicuci, sehingga kaldu beserta lemak-lemak banyak yang tertinggal dan memang sengaja didiamkan agar bercampur dengan celana dalam.

Hal tersebut terus-menerus dilakukan, layaknya refill atau isi ulang. Ketika masuk hari ke-35, celana dalam bekas diganti dengan celana bekas baru. Biasanya pelaku mengambil atau mencuri celana dalam milik karyawannya sendiri.

Baca Juga :

Apabila selama 35 hari celana dalam yang digunakan lupa diganti, yang terjadi adalah apes atau sial. Jin yang ada di panci akan kabur dan celana dalam tersebut akan tampak bahkan bisa terciduk oleh sendok ketika mengambil kuah dari panci, dan otomatis sihir serta hipnotis yang diciptakan makhluk astral tadi lenyap, menjadikan rasa masakan berubah.

Peristiwa celana dalam yang ikut terciduk sendok kuah sangat sering terjadi. Kami sangat yakin, anda sekalian pasti pernah mendengar atau bahkan melihat sendiri kejadian ini. Oh ya, seperti penglaris yang lain, bagi yang memiliki kepekaan indera ke-6 mungkin akan melihat sosok mahkluk gaib sedang duduk disekitar panci, lalu minimal akan merasa mual atau muntah.

Baca Juga :

Inilah kalimat yang biasa diucapkan jin penglaris di dekat panci atau baskom :

“Sak iki panci iki tak isingi tak uyuhi, yen sesok genti kowe sek tak isingi tak uyuhi”.

Artinya : Sekarang panci ini saya kencingi dan kotori, kelak kamu (penjual) yang akan saya kencingi dan akan saya kasih kotoran saya. Wallahu A’lam. 

 

Sumber : Kisah Tanah Jawa Penerbit Gagas Media Ciganjur-Jagakarsa