Ini Tentang Nasehat Kenali Posisimu, Agar Tidak Tersesat Ala Cak Nun

Ini Tentang Nasehat Kenali Posisimu, Agar Tidak Tersesat Ala Cak Nun

Nasihat selanjutnya dari Cak Nun diantaranya orang hidup itu seperti sepak bola, setiap orang harus memiliki pemahaman yang memadai tentang siapa dia dan apa posisinya, agar ia harus melangkah ke mana dan bagaimana.

Seseorang yang mengerti posisinya, tentu ia akan hidup dengan baik dan benar. Misalnya, aku adalah seorang suami, maka sebagai orang yang mengerti posisi, tentu aku akan hidup layaknya seorang suami, yaitu menafkahi istri, anak, serta melakukan tugas-tugas seorang suami yang memang sudah seharusnya dilakukan.

Beda halnya dengan soal “posisi” ini, kita lihat contoh umumnya, yaitu diri kita sendiri. Kita harus tahu posisi kita. Sebab, kalau kita tidak mengerti posisi kita sendiri, dipastikan kehidupan kita akan kacau.

Baca Juga:

Apabila di dunia, posisi kita adalah manusia. Kita wajib bertindak layaknya manusia. Seperti halnya seorang guru, harus tahu posisi menjadi seorang guru, seorang pelajar, harus tahu posisi menjadi seorang pelajar. Begitu seterusnya.

Kemudian Cak Nun berkata “perlu kalian ketahui bahwa setiap malam Allah itu turun dari langit dengan membawa dua keranjang yang masing-masing berisi ampunan dan rezeki. Keranjang berisi rezeki selalu habis. Tetapi, keranjang satunya, yang berisi ampunan, masih tersisa.

Coba untuk jujur pada diri sendiri, kita lebih banyak berdoa diberi kelancaran rezeki, kesehatan dan kemudahan hidup, ataukah meminta ampunan? Tentu sebagian besar kelancaran rezeki, kesehatan, dan kemudahan hidup.

Meminta ampunan hanya kita jadikan sebagai selipan. Kita selalu lebih khusyuk minta rezeki disbanding minta ampunan.

Dalam shalat apa pun, termasuk shalat tahajjud, selalu saja rezeki yang kita minta. Apalahi kalau kita shalat dhuha, sudah pasti yang dimohon adalah mina rezeki.

Nasehat beliau apabila dikaji lebih teliti, sebenarnya Cak Nun ingin menegaskan bahwa ampunan Allah Swt tersebut jauh lebih penting daripada rezeki.

Allah swt sudah menjamin setiap rezeki seseorang meski tidak diminta. Dengan hal tersebut tidak perlu adanya kekhawatiran artinya hal yang harus benar-benar kita perhatikan adalah jangan sampai kita termasuk orang yang selalu menyisakan ampunan yang telah diberikan Allah swt.

Selanjutnya nasehat Cak Nun yaitu fokuslah pada tuhan “surga itu tidak penting. Fokuslah dirimu pada tuhan”.

Baca Juga:

Fokus kepada Allah swt bukan kepada surga, karena ketika kita mengatakan surga itu tidak penting, maka kita harus menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya tanpa mengharap surga ataupun takut pada neraka.

Allah swt memberi bias yang bernama surga dan neraka. Tapi, kebanyakan manusia hanya ingin pada surge, yang akhirnya tidak fokus kepada Allah swt.

Dan jika kita mencari surga, belum tentu mendapatkan Allah swt. Akan tetapi jikalau kita mencari Allah swt, secara otomatis akan mendapatkan surga.

Fokuskan dirimu terhadap Allah swt, karena sebanarnya, orang yang berada di dalam surga adalah orang yang mencari tuhan. Dzat yang sangat layak dicintai diatas segala makhluk dan alam semesta.

Baca Juga:

Kemudian jangan merasa sudah benar “kenapa Allah menyuruh agar dalam dalam sholat kita memohon tunjukilah kami jalan yang lurus, kalau bukan karena fakta bahwa kita sebenarnya masih tersesat?” (Cak Nun).

Dan jangan menomorduakan Allah dalam Hal Apa pun “setelah ini jangan menomorsatukan hal yang jadi keinginanmu. Tapi, yang nomor satu adalah ingat Allah, dan memohonlah kepada Allah untuk yang terbaik bagimu dan untuk bangsamu” (Cak Nun). (novia_khil/kuliahislam).

SUMBER:

Waid, Ahfa. 2017. Nasihat-Nasihat Keseharian Gus Dur, Gus Mus, dan Cak Nun. Yogyakarta: DIVA Press.