Inilah 6 Tata Cara Wudhu

Inilah 6 Tata Cara Wudhu

Fardhu-Fardhunya Wudhu

 ﻓﺼﻞ ‏) ﻓﻲ ﻓﺮﻭﺽ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﻭﻫﻮ ﺑﻀﻢ ﺍﻟﻮﺍﻭ ﻓﻲ ﺍﻟﺄﺷﻬﺮ ﺍﺳﻢ ﻟﻠﻔﻌﻞ , ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﻫﻨﺎ , ﻭﺑﻔﺘﺢ ﺍﻟﻮﺍﻭ ﺍﺳﻢ ﻟﻤﺎ ﻳﺘﻮﺿﺄ ﺑﻪ ﻭﻳﺸﺘﻤﻞ ﺍﻟﺄﻭﻝ ﻋﻠﻰ ﻓﺮﻭﺽ ﻭﺳﻨﻦ

Penjelasan tentang fardhu-fardhunya wudhu.

‏Lafadz “al wudhu’” dengan terbaca dhammah huruf wawunya, menurut pendapat yang paling masyhur adalah nama pekerjaannya. Dan dengan terbaca fathah huruf wawunya “al wadhu’” adalah nama barang yang digunakan untuk melakukan wudhu.

Lafadz yang pertama (al wudhu’) mencakup beberapa fardhu dan beberapa kesunnahan.

Fardhunya wudhu

ﻭﺫﻛﺮ ﺍﻟﻤﺼﻨﻒ ﺍﻟﻔﺮﻭﺽ ﻓﻲ ﻗﻮﻟﻪ ‏( ﻭﻓﺮﻭﺽ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺳﺘﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ)‏

Mushannif menyebutkan fardhu-fardhunya wudhu di dalam perkatan beliau, “fardhunya wudhu ada enam perkara.”

Baca Juga :

Niat wudhu

ﺃﺣﺪﻫﺎ ‏( ﺍﻟﻨﻴﺔ ‏) ﻭﺣﻘﻴﻘﺘﻬﺎ ﺷﺮﻋﺎ ﻗﺼﺪ ﺍﻟﺸﻴﺊ ﻣﻘﺘﺮﻧﺎ ﺑﻔﻌﻠﻪ  ﻓﺈﻥ ﺗﺮﺍﺧﻰ ﻋﻨﻪ ﺳﻤﻲ ﻋﺰﻣﺎ ﻭﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﻨﻴﺔ ‏( ﻋﻨﺪ ﻏﺴﻞ ‏) ﺃﻭﻝ ﺟﺰﺀ ﻣﻦ ‏( ﺍﻟﻮﺟﻪ ‏) ﺃﻱ ﻣﻘﺘﺮﻧﺔ ﺑﺬﻟﻚ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﻟﺎﺑﺠﻤﻴﻌﻪ ﻭﻟﺎ ﺑﻤﺎ ﻗﺒﻠﻪ ﻭﻟﺎ ﺑﻤﺎ ﺑﻌﺪﻩ ﻓﻴﻨﻮﻱ ﺍﻟﻤﺘﻮﺿﺊ ﻋﻨﺪ ﻏﺴﻞ ﻣﺎ ﺫﻛﺮ ﺭﻓﻊ ﺣﺪﺙ ﻣﻦ ﺃﺣﺪﺍﺛﻪ ﺃﻭ ﻳﻨﻮﻱ ﺍﺳﺘﺒﺎﺣﺔ ﻣﻔﺘﻘﺮ ﺇﻟﻰ ﻭﺿﻮﺀ ﺃﻭ ﻳﻨﻮﻱ ﻓﺮﺽ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﺃﻭ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ﻓﻘﻂ ﺃﻭ ﺍﻟﻄﻬﺎﺭﺓ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﺪﺙ ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﻘﻞ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﺪﺙ ﻟﻢ ﻳﺼﺢ ﻭﺇﺫﺍ ﻧﻮﻯ ﻣﺎ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻨﻴﺎﺕ ﻭﺷﺮﻙ ﻣﻌﻪ ﻧﻴﺔ ﺗﻨﻈﻒ ﺃﻭ ﺗﺒﺮﺩ ﺻﺢ ﻭﺿﻮﺅﻩ

Pertama adalah niat. Hakikat niat secara syara’ adalah menyengaja sesuatu besertaan dengan melakukannya. Jika melakukannya lebih akhir dari pada kesengajaannya, maka disebut ‘azm .

Niat dilakukan saat membasuh awal bagian dari wajah. Maksudnya bersamaan dengan basuhan bagian tersebut, bukan sebelumnya dan bukan setelahnya.

Sehingga, saat membasuh anggota tersebut, maka orang yang wudhu melakukan niat menghilangkan hadats dari hadats-hadats yang berada pada dirinya.

Atau niat agar diperbolehkan melakukan sesuatu yang membutuhkan wudhu. Atau niat fardhunya wudhu atau niat wudhu saja.

Atau niat bersuci dari hadats. Jika tidak menyebutkan kata “dari hadats” (hanya niat bersuci saja), maka wudhunya tidak sah.

Ketika dia sudah melakukan niat yang dianggap syah dari niat-niat di atas, dan dia menyertakan niat membersihkan badan atau niat menyegarkan badan, maka hukum wudhunya tetap sah.

Membasuh Wajah

‏( ﻭ ‏) ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ‏( ﻏﺴﻞ ‏) ﺟﻤﻴﻊ ‏( ﺍﻟﻮﺟﻪ ‏( ﻭﺣﺪﻩ ﻃﻮﻟﺎ ﻣﺎ ﺑﻴﻦ ﻣﻨﺎﺑﺖ ﺷﻌﺮ ﺍﻟﺮﺃﺱ ﻏﺎﻟﺒﺎ ﻭﺁﺧﺮ ﺍﻟﻠﺤﻴﻴﻦ ﻭﻫﻤﺎ ﺍﻟﻌﻈﻤﺎﻥ ﺍﻟﻠﺬﺍﻥ ﻳﻨﺒﺖ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ ﺍﻟﺄﺳﻨﺎﻥ ﺍﻟﺴﻔﻠﻰ ﻳﺠﺘﻤﻊ ﻣﻘﺪﻣﻬﻤﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺬﻗﻦ ﻭﻣﺆﺧﺮﻫﻤﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺄﺫﻥ ﻭﺣﺪﻩ ﻋﺮﺿﺎ ﻣﺎ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺄﺫﻧﻴﻦ ﻭﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﺷﻌﺮ ﺧﻔﻴﻒ ﺃﻭ ﻛﺜﻴﻒ ﻭﺟﺐ ﺇﻳﺼﺎﻝ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺇﻟﻴﻪ ﻣﻊ ﺍﻟﺒﺸﺮﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺤﺘﻪ

Fardhu kedua adalah membasuh seluruh wajah.

Batasan panjang wajah adalah anggota di antara tempat-tempat yang umumnya tumbuh rambut kepala dan pangkalnya lahyaini (dua rahang).

Lahyaini adalah dua tulang tempat tumbuhnya gigi bawah. Ujungnya bertemu di janggut dan pangkalnya berada di telinga.

Dan batasan lebar wajah adalah anggota di antara kedua telinga. Ketika di wajah terdapat bulu yang tipis atau lebat, maka wajib mengalirkan air pada bulu tersebut beserta kulit yang berada di baliknya / di bawahnya.

ﻭﺃﻣﺎ ﻟﺤﻴﺔ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﻜﺜﻴﻔﺔ ﺑﺄﻥ ﻟﻢ ﻳﺮ ﺍﻟﻤﺨﺎﻃﺐ ﺑﺸﺮﺗﻬﺎ ﻣﻦ ﺧﻠﺎﻟﻬﺎ ﻓﻴﻜﻔﻲ ﻏﺴﻞ ﻇﺎﻫﺮﻫﺎ ﺑﺨﻠﺎﻑ ﺍﻟﺨﻔﻴﻔﺔ ﻭﻫﻲ ﻣﺎ ﻳﺮﻯ ﺍﻟﻤﺨﺎﻃﺐ ﺑﺸﺮﺗﻬﺎ ﻓﻴﺠﺐ ﺇﻳﺼﺎﻝ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻟﺒﺸﺮﺗﻬﺎ ﻭﺑﺨﻠﺎﻑ ﻟﺤﻴﺔ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻭﺧﻨﺜﻰ ﻓﻴﺠﺐ ﺇﻳﺼﺎﻝ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﻟﺒﺸﺮﺗﻬﻤﺎ ﻭﻟﻮ ﻛﺜﻔﺎ ﻭﻟﺎﺑﺪ ﻣﻊ ﻏﺴﻞ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﻣﻦ ﻏﺴﻞ ﺟﺰﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺃﺱ ﻭﺍﻟﺮﻗﺒﺔ ﻭﻣﺎ ﺗﺤﺖ ﺍﻟﺬﻗﻦ

Namun untuk jenggotnya laki-laki yang lebat, dengan gambaran orang yang diajak bicara tidak bisa melihat kulit yang berada di balik jenggot tersebut dari sela-selanya, maka cukup dengan membasuh bagian luarnya saja.

Berbeda dengan jenggot yang tipis, yaitu jenggot yang mana kulit yang berada di baliknya bisa terlihat oleh orang yang diajak bicara, maka wajib mengalirkan air hingga ke bagian kulit di baliknya.

Dan berbeda lagi dengan jenggotnya perempuan dan khuntsa , maka wajib mengalirkan air ke bagian kulit yang berada di balik jenggot keduanya, walaupun jenggotnya lebat.

Di samping membasuh seluruh wajah, juga harus membasuh sebagian dari kepala, leher dan anggota di bawah janggut . Karena untuk memastikan bahwa seluruh bagian wajah telah terbasuh. Sebab tidak bisa diyakini bahwa seluruh wajah telah terbasuh kecuali dengan membasuh bagian-bagian itu juga.

Baca Juga :

Membasuh Kedua Tangan

‏( ﻭ ‏) ﺍﻟﺜﺎﻟﺚ ‏( ﻏﺴﻞ ﺍﻟﻴﺪﻳﻦ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻤﺮﻓﻘﻴﻦ(ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻟﻪ ﻣﺮﻓﻘﺎﻥ ﺍﻋﺘﺒﺮ ﻗﺪﺭﻫﻤﺎ ﻭﻳﺠﺐ ﻏﺴﻞ ﻣﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻴﺪﻳﻦ ﻣﻦ ﺷﻌﺮ ﻭﺳﻠﻌﺔ ﻭﺃﺻﺒﻊ ﺯﺍﺋﺪﺓ ﻭﺃﻇﺎﻓﻴﺮ ﻭﻳﺠﺐ ﺇﺯﺍﻟﺔ ﻣﺎ ﺗﺤﺘﻬﺎ ﻣﻦ ﻭﺳﺦ ﻳﻤﻨﻊ ﻭﺻﻮﻝ ﺍﻟﻤﺎﺀ

Fardhu yang ketiga adalah membasuh kedua tangan hingga kedua siku.

Jika seseorang tidak memiliki kedua siku, maka yang dipertimbangkan adalah kira-kiranya.

Dan wajib membasuh perkara-perkara yang berada di kedua tangan, yaitu bulu, uci-uci, jari tambahan dan kuku.

Dan wajib menghilangkan perkara yang berada di bawah kuku, yaitu kotoran-kotoran yang bisa mencegah masuknya air.

Mengusap Sebagian Kepala

‏( ﻭ ‏) ﺍﻟﺮﺍﺑﻊ ‏( ﻣﺴﺢ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺮﺃﺱ ‏) ﻣﻦ ﺫﻛﺮ ﺃﻭ ﺃﻧﺜﻰ ﺃﻭ ﻣﺴﺢ ﺑﻌﺾ ﺷﻌﺮ ﻓﻲ ﺣﺪ ﺍﻟﺮﺃﺱ ﻭﻟﺎﺗﺘﻌﻴﻦ ﺍﻟﻴﺪ ﻟﻠﻤﺴﺢ ﺑﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﺑﺨﺮﻗﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﺎ ﻭﻟﻮ ﻏﺴﻞ ﺭﺃﺳﻪ ﺑﺪﻝ ﻣﺴﺤﻬﺎ ﺟﺎﺯ ﻭﻟﻮ ﻭﺿﻊ ﻳﺪﻩ ﺍﻟﻤﺒﻠﻮﻟﺔ ﻭﻟﻢ ﻳﺤﺮﻛﻬﺎ ﺟﺎﺯ

Fardhu yang ke empat adalah mengusap sebagian kepala, baik laki-laki atau perempuan.

Atau mengusap sebagian rambut yang masih berada di batas kepala.

Dan tidak harus menggunakan tangan untuk mengusap kepala, bahkan bisa dengan kain atau yang lainnya.

Seandainya dia membasuh kepala sebagai ganti dari mengusapnya, maka diperbolehkan. Dan seandainya dia meletakkan (di atas kepala) tangannya yang telah di basahi dan tidak mengerakkannya, maka diperbolehkan.

Membasuh Kedua Kaki

‏( ﻭ ‏) ﺍﻟﺨﺎﻣﺲ ‏( ﻏﺴﻞ ﺍﻟﺮﺟﻠﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻜﻌﺒﻴﻦ ‏) ﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﺍﻟﻤﺘﻮﺿﺊ ﻟﺎﺑﺴﺎ ﻟﻠﺨﻔﻴﻦ ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻥ ﻟﺎﺑﺴﻬﻤﺎ ﻭﺟﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﺴﺢ ﺍﻟﺨﻔﻴﻦ ﺃﻭ ﻏﺴﻞ ﺍﻟﺮﺟﻠﻴﻦ ﻭﻳﺠﺐ ﻏﺴﻞ ﻣﺎ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ ﻣﻦ ﺷﻌﺮ ﻭﺳﻠﻌﺔ ﻭﺃﺻﺒﻊ ﺯﺍﺋﺪﺓ ﻛﻤﺎ ﺳﺒﻖ ﻓﻲ ﺍﻟﻴﺪﻳﻦ

Fardhu yang ke lima adalah membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki, jika orang yang melaksanakan wudhu tersebut tidak mengenakan dua muza.

Jika dia mengenakan dua muza, maka wajib bagi dia untuk mengusap kedua muza atau membasuh kedua kaki.

Dan wajib membasuh perkara-perkara yang berada di kedua kaki, yaitu bulu, daging tambahan, dan jari tambahan sebagaimana keterangan yang telah dijelaskan di dalam permasalahan kedua tangan.

Baca Juga :

Tertib

‏( ﻭ ‏) ﺍﻟﺴﺎﺩﺱ ‏( ﺍﻟﺘﺮﺗﻴﺐ ‏) ﻓﻲ ﺍﻟﻮﺿﻮﺀ ‏( ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ‏) ﺃﻱ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﺍﻟﺬﻱ ‏( ﺫﻛﺮﻧﺎﻩ ‏) ﻓﻲ ﻋﺪ ﺍﻟﻔﺮﻭﺽ ﻓﻠﻮ ﻧﺴﻲ ﺍﻟﺘﺮﺗﻴﺐ ﻟﻢ ﻳﻜﻒ ﻭﻟﻮ ﻏﺴﻞ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﻋﻀﺎﺀﻩ ﺩﻓﻌﺔ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺑﺈﺫﻧﻪ ﺍﺭﺗﻔﻊ ﺣﺪﺙ ﻭﺟﻬﻪ ﻓﻘﻂ

Fardhu yang ke enam adalah tertib di dalam pelaksanaan wudhu sesuai dengan cara yang telah saya jelaskan di dalam urutan fardhu-fardhunya wudhu.

Sehingga, kalau lupa tidak tertib, maka wudhu yang dilaksanakan tidak mencukupi.

Seandainya ada empat orang yang membasuh seluruh anggota wudhunya seseorang sekaligus dengan seizinnya, maka yang hilang hanya hadats wajahnya saja. (ir/kuliahislam)

 

Sumber : Fathul Qorib