Inilah Esensi Lailatul Qadar

Inilah Esensi Lailatul Qadar

Memprediksi Malam Lailatul Qadar

Karena malam Lailatul Qadar berstatus sebagai malam yang paling istimewa bagi umat Nabi Muhammad SAW, banyak sekali orang yang ingin menemui atau mendapatkan malam Lailatul Qadar. Akan tetapi, tidak semua orang Islam tahu kapan tepatnya malam itu terjadi dan bagaimana cara mendapatkannya.

Pertanyaan :

  1. Apakah untuk mendapatkan pahala yang dijanjikan pada malam Lailatul Qadar harus mengetahui bahwa malam itu adalah malam Lailatul Qadar ?
  2. Adakah upaya untuk memprediksi malam Lailatul Qadar ?
  3. Bagaimanakah tanda-tanda bahwa malam itu adalah malam Lailatul Qadar ?
  4. Dan bagaimanakah etika seseorang setelah mengetahui adanya Lailatul Qadar ?

Baca Juga :

Jawaban :

  1. Ya, harus mengetahui jika ingin mendapatkan pahala yang dijanjikan. Akan tetapi, bagi mereka yang tidak mengetahui tetap mendapatkan pahala berupa terampuni segala dosa-dosanya.
  2. Dengan perhitungan hari pertama bulan ramadhan.

Semisal ;

  • Jika hari pertamanya adalah hari ahad atau rabu, maka kemungkinan Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 29 ramadhan.
  • Jika hari pertamanya hari senin, maka kemungkinan Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 21 ramadhan.
  • Jika hari pertamanya pada hari selasa atau jum’at, maka kemungkinan Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 27 ramadhan.
  • Jika hari pertamanya pada hari kamis, maka kemungkinan Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 25 ramadhan.
  • Dan jika hari pertamanya pada hari sabtu, maka kemungkinan Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 23 ramadhan.

3. Cuaca terasa sejuk, tidak terlalu panas dan dingin, serta matahari terbit dengan cerah tanpa banyak pancaran sinar.

4. Tidak menyebarluaskan kejadian tersebut.

Referensi :

  • فتاوى الرملى الجزء الثانى : ٦٧
  • أسنى المطالب شرح روض الطالب الجزء الخامس : ٣٢٩
  • ترشيح المستفدين : ١٦٨
  • السراج الوهاب : ١٤٧

Sibuk Bisnis Saat Ramadhan

Di saat bulan puasa, ada sebagian masyarakat memanfaatkan bulan suci ini dengan berbisnis. Alih-alih mereka menyambut bulan ramadhan dengan memperbanyak ibadah, justru mereka disibukkan dengan berjualan, seperti menjual segala jenis makanan ta’jil, segala jenis minuman, atau jualan kelapa muda. Alasan mereka menjadi pedagang musiman, ingin menambah penghasilan buat beli baju lebaran dan lain-lain.

Baca Juga :

Pertanyaan :

  • Apakah sibuk berbisnis seperti deskripsi di atas merupakan hal yang tidak baik ?

Jawaban :

  • Yaa, dalam bulan ramadhan sebaiknya membatasi pekerjaan hanya untuk memenuhi kebutuhan primer dirinya dan keluarganya, agar bisa memperbanyak waktu beribadah bukan menambah penghasilan.

Referensi :

و من آدابه ان يخرج الزكاة من اجود ماله و ذلك افضل والواجب الإخراج من الوسط واما إخراج الردئ فغير جائز الا ان يكون المال كله كذلك قال الله تعالى ولا تيمموا الخبيث منه تنفقون ( البقرة : ٢٦٧ )

  • النصائح الدينية : ١٥١

Hukum Buka Bersama Di Masjid

Untuk mempererat kerukunan warga, kepala takmir masjid berinisiatif mengadakan acara buka bersama di masjid. Akan tetapi, hal ini menuai tanggapan dari sebagian warga. Mereka beralasan bahwa hal tersebut akan mengotori masjid.

Pertanyaan :

  • Apakah tindakan kepala takmir masjid dalam deskripsi di atas dapat dibenarkan ?

Jawaban :

  • Yaa, dibenarkan dengan tetap menjaga kebersihan masjid dari bau-bau yang tidak sedap.

Referensi :

  • الموسوعة الفقهية الكويتية الجزء السابع والثلاثون : ٢٠٩

Buka Puasa Dulu Apa Sholat Magrib Dulu ?

Ketika adzan magrib dikumandangkan, Kang Burhan langsung melahap habis semua menu buka puasa yang ada di depannya. Ia tetap menikmati makanan tersebut, tidak peduli walau shalat jama’ah di masjid dekat rumahnya sedang dilaksanakan. Ia beralasan “Lebih baik makan memikirkan shalat daripada shalat memikirkan makan”.

Baca Juga :

Pertanyaan :

  • Benarkah anggapan dan tindakan yang dilakukan Kang Burhan tersebut ?

Jawaban :

  • Tidak benar, karena buka puasa (ta’jil) cukup memakan sekedarnya tanpa berlama-lama menikmati makanan, kemudian ikut shalat berjama’ah.

Referensi :

  • إعانة الطالبين الجزء الثانى : ٢٤٦

(ir/kuliahislam)

 

Sumber : Wasilah Menjadi Insan Mulia, Akhlake Kang !, Lirboyo Press 2016