Inilah Kelebihan Ilmu Sa’id Bin Al-Musayyab Dalam Hal Takwil Mimpi

Inilah Kelebihan Ilmu Sa’id Bin Al-Musayyab Dalam Hal Takwil Mimpi

Biografi Lengkap Sa’id Bin Musayyab

Adz-Dhahabi mengatakan, al-Waqidi mengatakan, “Sa’id bin al-Musayyab adalah orang yang paling mampu menakwilkan mimpi. Dia mengambil ilmu itu dari Asma’ binti Abu Bakar as-Shiddiq ra, dan Asma mengambilnya dari ayahnya”.

Ibnu Sa’ad meriwayatkan dalam ath-Thabaqat sejumlah mimpi dan takwil Sa’id bin al-Musayyab tentangnya. Adz-dzahabi menukil hal itu dalam as-Siyar. Di antaranya ialah apa yang diriwayatkan Amr bin Habib bin Qulai’, dia mengatakan, “Saya duduk di sisi Sa’id bin al-Musayyab pada suatu hari. Saat ada sejumlah hal yang membuat saya gelisah, dan saya dihimpit hutang, lalu datanglah seorang laki-laki seraya mengatakan, ‘Aku bermimpi sekan-akan aku mengambil Abdul Malik bin Marwan, lalu aku membaringkannya ke permukaan tanah dan meratakannya, lalu aku meletakkan di punggungnya empat pasak’. Sa’id bertanya, ‘Bukankah engkau  tidak bermimpi melihat itu?’. Dia mengatakan, ‘Ya betul’. Said mengatakan,’Aku tidak memberitahukan kepadamu takwilnya atau kamu memberitahukan (siapa yang bermimpi itu) kepadaku’.

Dia mengatakan, ‘Abdullah bin az-Zubair yang bermimpi, dan beliaulah yang mengutusku  kepada Anda’.  Sa’id mengatakan, ‘Jika benar mimpinya, maka dia akan dibunuh oleh Abdul Malik, semuanya akan menjadi khalifah’. Aku (Amr bin Habib bin Qulai’) pun pergi kepada Abdul Malik di Syam, lalu aku mengabarkan hal itu kepadanya, maka dia pun bergembira. Dia bertanya kepadaku tentang keadaan Sa’id, maka aku mengabarkan keadaannya kepadanya. Sebagai imbalannya, dia memerintahkan supaya melunasi hutangku, dan aku mendapatkan harta yang banyak darinya”.

Baca Juga:

Dari Ismail bin Abi al-Hakam, dia mengatakan, seorang laki-laki berkata, “Aku bermimpi seakan-akan Abdul Malik bin Marwan kencing di kiblat masjid Nabi empat kali, lalu aku menceritakan hal itu kepada Sa’id bin al-Musayyab, maka Sa’id mengatakan, ‘Jika mimpimu benar, maka akan berdiri di dalamnya, dari keturunannya sebanyak empat khalifah.

Pernah pula dikatakan kepada Sa’id bin al-Musayyab, “Wahai Abu Muhammad, aku bermimpi seakan-akan aku berada di bawah naungan, lalu aku beridiri menuju terik matahari”. Maka Sa’id mengatakan, “Jika mimpimu benar,  sungguh kamu akan keluar dari Islam”. Dia mengatakan, “Wahai Abu Muhammad, sesungguhnya aku bermimpi dikeluarkan, hingga akhirnya aku di masukkan (diletakkan) di bawah terik matahari, lalu akau duduk”. Sa’id mengatakan, “Kamu akan dipaksa untuk kafir”. Tak lama kemudian orang itu ditawan dan dipaksa kafir. Kemudian dia pulang dan mengabarkan peristiwa tersebut di Madinah.

Baca Juga:

Rasa Harga Diri Sa’id Bin Al-Musayyab Dan Kelantangannya Dengan Kebenaran

Dari Imran bin Abdullah, dia mengatakan, “Sa’id bin al-Musayyab memiliki tiga puluh ribu sekian uang pemberian untuknya di Baitul Mal. Beliau dipanggil untuk mengambilnya, tapi beliau menolaknya seraya mengatakan, ‘Aku tidak membutuhkannya hingga Allah memutuskan antara diriku dengan Bani Marwan”.

Dari Ali bin Zaid bahwa pernah ditanyakan kepada Sa’id bin al-Musayyab, “Mengapa al-Hallaj tidak mengirimkan orang kepadamu, tidak membuatmu bergerak, dan tidak menyakitimu?”. Dia mengatakan, “Demi Allah, aku tidak tahu. Hanya saja dia pernah masuk bersama ayahnya ke masjid, lalu mngerjakan shalat dengan tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya. Maka aku mengambil segenggam kerikil dan melemparkannya padanya”. Konon, al-Hallaj mengatakan, “Setelah itu, aku senantiasa memperbaiki shalat”.

Baca Juga:

Ibnu Sa’ad meriwayatkan dalam ath-Thabaqat dari Malik bin Anas, dia mengatakan, “Umar bin Abdul Aziz tidak memutuskan suatu persoalan hingga bertanya kepada Sa’id bin al-Musayyab. Dia mengutus seseorang kepadanya untuk bertanya kepadanya, namun utusan itu memanggil Sa’id, maka dia pun datang kepadanya. Saat masuk, Umar mengatakan, ‘Utusan itu keliru. Aku hanyalah mengutusnya untuk bertanya kepada Anda di majlis anda”.

Dari Sallam bin Miskin, Imran bin Abdullah menceritakan kepada kami, dia mengatakan, “Saya melihat Sa’id bin al-Musayyab nyawanya di hadapan Allah lebih ringan bagi dirinya daripada jiwa lalat”. (ir/kuliahislam)

 

Sumber: Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah, Darul Haq.