Inilah Pujian Para Ulama Kepada Sa’id Bin Jubair

Inilah Pujian Para Ulama Kepada Sa’id Bin Jubair

Dari Ja’far bin Abi Mughirah, “Apabila Ibnu Abbas didatangi penduduk Kuffah untuk meminta fatwa kepada beliau, maka beliau mengatakan, ‘Bukankah di tengah kalian terdapat Ibnu Ummi ad-Dahma?’. Maksudnya, Sa’id bin Jubair.

Dari Amr bin Maimun, dari ayahnya, dia mengatakan, “Sungguh Sa’id bin Jubair telah meninggal, sedangkan tidak ada seorang pun di muka bumi ini melainkan membutuhkan kepada ilmunya”.

Dari Asy’ ats bin Ishaq, dia mengatakan, “Ada yang menyebutkan bahwa Sa’id bin Jubair adalah tokoh ulama terkemuka”.

Dari Aslam al-Minqari, dari Sa’id bin Jubair, dia mengatakan, “Seorang laki-laki datang kepada Ibnu Umar, lalu bertanya kepadanya tentang bagian waris, maka dia mengatakan, ‘Datanglah kepada Sa’id bin Jubair, karena dia lebih tahu tentang hisab daripada aku. Dia akan melakukan pembagian waris sebagaimana yang telah diriwajibkan”.

Abu Qasim Hibatullah bin Hasan Thabari mengatakan, “Beliau adalah seorang yang tsiqah, imam, hujjah bagi kaum muslimin”.

Baca Juga:

Ibrahim an-Nakha’i mengatakan, “Sa’id bin Jubair tidak meninggalkan orang semisalnya sepeninggalnya”.

Dari Khushaif, dia mengatakan, “Orang yang paling tahu tentang al-Qur’an di antara mereka (tabi’in) adalah Mujahid, yang paling tahu tentang haji di antara mereka adalah Atha’, yang paling tahu tentang halal dan haram di antara mereka adalah Thawus, yang paling tahu tentang talah adalah Sa’id bin Musayyab, dan yang paling menghimpun ilmu-ilmu ini di antara mereka adalah Sa’id bin Jubair”.

Ibadah Sa’id bin Jubair

Dari Hilal bin Khabbab, dia mengatakan, “Kami keluar bersama Sa’id bin Jubair untuk melayat jenazah, lalu dia bertutur kepada kami di jalan dan mengingatkan kami hingga sampai. Saat duduk, dia terus bertutur kepada kami hingga kami berdiri lalu pulang. Dia adalah orang yang banyak berdzikir kepada Allah Swt”.

Hilal bin Khabbab juga mengatakan, “Aku keluar bersama Sa’id bin Jubair pada beberapa hari telah berlalu dari awal bulan Rajab, lalu diaberihram dari Kuffah dengan umrah, kemudian pulang dari umrahnya. Lalu dia berihram dengan haji pada pertengahan bulam Dzulqa’dah. Dia pergi dua kali setiap tahun; sekali untuk haji dan sekali untuk umrah”.

Baca Juga:

Nashif mengatakan, “Aku pernah melihat Sa’id bin Jubair shalat dua rakaat di belakang maqam Ibrahim (di depan Ka’bah), sebelum shalat Shubuh. Lalu aku mendatangi beliau dan shalat di samping beliau. Setelah itu, aku bertanya kepada beliau tentang sebuah ayat dari Kitabullah, tapi beliau tidak menjawab pertanyaanku. Saat beliau telah menyelesaikan shalat Shubuh, beliau mengatakan, ‘Jika terbit fajar, maka janganlah kamu berbicara kecuali berdzikir kepada Allah hingga engkau shalat Shubuh”.

Dari Abu Jabir bahwa Sa’id bin Jubair mengatakan, “Janganlah kalian memadamkan lampu kalian pada sepuluh malam Dzulhijjah”, karena dia sangat menyukai ibadah. Beliau juga mengatakan, “Bangunkanlah pelayan-pelayan kalian makan sahur untuk berpuasa Hari Arafah”.

Dari Abdullah bin Muslim bin Hurmuz, dari Sa’id bin Jubair, bahwa beliau mengingkari seseorang yang bersandar dalam shalatnya. Lalu Abdullah mengatakan, “Aku tidak pernah melihat beliau sama sekali mengerjakan shalat melainkan seakan-akan pasak (yang tegak berdiri)”.

Dari Hisyam bin Hassan, dia mengatakan, “Sa’id bin Jubair mengatakan, ‘Sesungguhnya kau benar-benar menambah shalatku demi anakku ini”. Hisyam berkata, “Karena berharap ia menjaganya”.

Dari Umar bin Dzar, “Sa’id bin Jubair pernah menulis surat kepada bapakku, berpesan kepadanya agar bertaqwa kepada Allah Swt, dan mengatakan, ‘Keberadaan muslim setiap hari adalah ghanimah’. Lalu dia menyebutkan kewajiban-kewajiban, shalat-shalat, dan rizki yang di berikan Allah”.

Baca Juga:

Dari Qasim bin Ayyub, aku mendengar Sa’id bin Jubair mengulang-ulang ayat ini dalam shalat sebanyak dua puluh sekian kali,

وَٱتَّقُواْ يَوۡمٗا تُرۡجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفۡسٖ مَّا كَسَبَتۡ وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ ٢٨١

“Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)”. (Al-Baqarah: 281)

Dari Abu Syihab, dia mengatakan, “Sa’id bin Jubair shalat Isya di bulan Ramadhan, kemudian pulang kerumah lalu tinggal sejenak, kemudian kembali lagi untuk mengimami kami enam Tarawih, shalat Witir tiga raka’at dan membaca qunut dengan kadar 50 ayat”. (ir/kuliahislam)

 

Sumber: Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah, Darul Haq