Inilah Pujian Ulama Dan Kecintaan Manusia Kepada Umar Bin Abdul Aziz

Inilah Pujian Ulama Dan Kecintaan Manusia Kepada Umar Bin Abdul Aziz

Sufyan ats-Tsauri mengatakan, “Khalifah itu ada lima: Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan Umar bin Abdul Aziz”.

Dari Zaid bin Aslam, dari Anas ra, beliau mengatakan, “Aku tidak pernah shalat di belakang seorang imam pun sesudah Rasulullah Saw yang lebih mirip shalatnya dengan Rasulullah di bandingkan pemuda ini”. Yakni Umar bin Abdul Aziz, yang saat itu menjabat sebagai gubernur Madinah.

Zaid bin Aslam mengatakan, “Ia menyempurnakan ruku’ dan sujud, meringankan berdiri dan duduk”. Hadis ini memiliki jalur-jalur lainnya dari Anas, yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam sunannya dan selainnya.

Muhammad bin Husain pernah ditanya tentang Umar bin Abdul Aziz, maka dia mengatakan, “Dia adalah orang paling mulia dari Bani Umayyah, dan dia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat sebagai umat seorang diri”.

Dari Sufyan, dia mengatakan, “Para ulama bersama Umar bin Abdul Aziz adalah bagaikan murid-murid”.

Saat datang berita wafatnya Umar bin Abdul Aziz, maka al-Hasan mengatakan, “Orang terbaik telah meninggal”.

Baca Juga:

Dari Abu Sa’id al-Firyabi, Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan, “Sesungguhnya Allah mendatangkan kepada manusia pada setiap penghujung seratus tahun (satu abad) orang yang mengajarkan sunnah-sunnah kepada mereka, dan menghilangkan kedustaan dari Rasulullah. Kami memperhatikan, ternyata di penghujung seratus tahun pertama adalah Umar bin Abdul Aziz, dan di penghujung dua ratus tahun (seratus tahun kedua) adalah Imam Syafi’i”.

Dari Suhail bin Abu Shalih, dia mengatakan, “Aku bersama ayahku pada pagi Arafah, lalu kami berdiri untuk melihat Umar bin Abdul Aziz, yang ketika itu beliau adalah Amirul Hajj, maka aku katakan, ‘Wahai ayah, demi Allah, aku benar-benar melihat Allah mencintai Umar’. Dia bertanya, ‘Mengapa?’ Aku menjawab, ‘Karena sesuatu yang aku lihat, yaitu kecintaan yang dimasukkan ke dalam hati manusia kepedanya, dan ayah sendiri telah mendengar Abu Hurairah berkata, Rasulullah Saw bersabda,

Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril (lalu Jibril menyeru kepada penduduk langit), ‘Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintailah ia”.

Baca Juga:

Adz-Dzahabi mengatakan, “Orang ini (Umar bin Abdul Aziz) adalah orang yang bagus fisik dan akhlaknya, berusaha menegakkan keadilan semaksimal mungkin, luasnya ilmu, faqih, tampak kecerdasan dan kepahamannya, senantiasa bertaubat, taat kepada Allah lagi lurus, zuhud meskipun sebagai khalifah, berbicara dengan kebenaran meskipun sedikit pendukung dan banyak pejabat yang dzalim, yang merasa jemu terhadapnya dan tidak suka bila dia menyelidiki mereka.

Dia mengurangi jatah mereka, dan mengambil banyak dari apa yang ada di tangan mereka yang telah mereka meracuni beliau, sehingga dia meraih syahadah (mati syahid) dan kebahagiaan. Sementara para ahli ilmu mengkategorikannya termasuk di antara Khulafaurrasyidin dan ulama yang beramal”.

Dari Ibnu Aun, dia mengatakan, “Ibnu Sirin apabila ditanya tentang hukum melapis barang tambang (agar terlihat seperti emas), maka dia menjawab, ‘Ini dilarang oleh Imam al-Huda’, dia memasukkan Umar bin Abdul Aziz”.

Baca Juga:

Juwairiyah bin Asma’ mengatakan, “Saat Umar bin Abdul Aziz diangkat sebagai khalifah, Bilal bin Abu Burdah datang kepadanya untuk mengucapkan selamat kepadanya seraya, mengatakan, ‘Dahulu kekhalifahan membuat seseorang mulia, maka sekarang sungguh engkaulah yang memuliakan kekhalifahan. Dahulu kekhalifahan menghiasi seseorang, maka sekarang sungguh engkaulah yang menghiasi kekhalifahan. Engkau sebagaimana kata Malik bin Asma;

“Minyak wangi yang paling wangi sekalipun, bila engkau yang menyentuhnya, maka engkau semakin menambah wangi (dan keindahannya), mana ada orang yang sepertimu, mana?

Permata biasanya menambah cantiknya wajah-wajah orang, akan tetapi justru permatalah yang akan semakin terhias dengan indahnya wajahmu”. (ir/kuliahislam)

 

Sumber: Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah, Darul Haq