Inilah Tanda-Tanda Baligh dan Batas Wanita Haidl

Inilah Tanda-Tanda Baligh dan Batas Wanita Haidl

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa haidl merupakan darah yang keluar dari alat kelamin wanita yang sudah mencapai usia minimal 9 tahun kurang dari 16 hari kurang sedikit (usia 8 tahun 11 bulan 14 hari lebih sedikit).

Wanita yang sudah mengalami haidl merupakan salah satu tanda bukti bahwa ia dihukumi baligh.

Adapun tanda-tanda baligh sebagai berikut:

  1. Genap berumur 15 tahun Qomariyah/Hijriyah bagi laki-laki atau perempuan.

Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar, tatkala beliau diajukan kepada Nabi Saw untuk ikut berperang dalam perang uhud saat masih berusia 14 tahun. Namun Nabi tidak merestui, karena menganggapnya belum baligh.

Kemudian pada perang khandaq, Ibnu Umar diajukan kembali kepada Nabi Saw untuk ikut berperang, saat berusia 15 tahun. Karena Nabi menganggapnya sudah baligh, maka beliau merestuinya.

Dari penjelasan diatas, ulama merumuskan bahwa bila seorang anak laki-laki atau perempuan sudah genap berumur 15 tahun, maka dihukuni baligh. Sedangkan cara perhitungannya, dimulai dari terpisahnya anak dari kandungan sang ibu sampai genap berumur 15 tahun hijriyah dengan hitungan pasti.

Oleh karena itu jika kurang satu hari saja, seorang anak belum bisa dihukumi baligh. Dalam penentuan umur baligh ini, yang dijadikan pijakan adalah penanggalan Hijriyah, bukan penanggalan Masehi.

Dengan demikian, sudah seharusnya bagi orang tua untuk membiasakan diri menggunakan penanggalan Hijriyah dalam menulis hari kelahiran bayi. Bukan dengan penanggalan Masehi.

  1. Keluar sperma pada saat minimal usia 9 tahun Hijriyyah.

Hal ini berdasarkan firman Allah dalam QS. An Nur ayat 59:

Qur'an surat an nur ayat 59

 

 

 

 

 

Artinya: “Dan apabila anak-anakmu sekalian telah mencapai baligh (keluar sperma), maka hendaklah mereka minta izin, seperti oramg-orang yang lebih dewasa meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana.” (QS. An Nur ayat 59).

Dan hadits Nabi Saw, yang artinya “Tuntutan untuk mengamalkan syari’at tidak diberlakukan bagi tiga orang (salah satunya) bagi anak kecil sampai dia keluar sperma.” (HR. Abu Daud Al Baihaqi).

Dari ayat dan hadits diatas, ulama merumuskan bahwa keluar sperma adalah salah satu tanda baligh bagi laki-laki atau perempua. Keluar sperma bisa menjadi salah satu tanda baligh apabila anak tersebut sudah berumur 9 tahun dan sperma sudah yakin terasa keluar, walaupun tidak terlihat dari luar kemaluan.

Namun ia tidak dihukumi junub, kecuali apabila sperma sudah terlihat dari luar. Jika belum genap umur 9 tahun, maka seorang anak tidak bisa dihukumi baligh.

  1. Haidl

Artinya ketika seorang wanita petama kali mengaami haidl, maka mulai saat itu ia dihukumi baligh.

Baca Juga:

  1. Hamil/ Melahirkan

Pada hakikatnya hal ini bukanlah menjadi salah satu tanda baligh bagi wanita. Akan tetapi yang menjadi tanda baligh adalah keluarnya sperma yang ditandai dengan adanya melahirkan, sebab kehamilan tidak bisa diyakini keberadaannya kecuali setelah melahirkan.

Baca Juga:

Ketika wanita sudah melahirkan maka wanita tersebut dihukumi baligh semenjak 6 bulan lebih sedikit sebelum melahirkan.

Selanjutnya yaitu Batas usia wanita haidl.

Awal usia seorang wanita yang mengeluarkan darah haidl adalah jika ia sudah mencapai suatu 9 tahun Qomariah kurang 16 hari kurang sedikit.

Yakni kurang dari waktu yang cukup dihukumi minimal suci (15 hari) dan minimal haidl (satu hari satu malam atau 24 jam, walaupun keluar darahnya tidak terus menerus, tetapi ketika dihitung dan dijumlahkan seluruhnya sampai 24 jam).

Sehingga jika ia mengeluarkan darah kurang dari usia tersebut, maka darah yang keluar tidak bisa disebut haidl. Akan tetapi dinamakan darah istihadloh.

Namun pada umumnya wanita pertama kali keluar darah adalah di saat ia berusaha 12-14 tahun. Bila darah yang keluar, sebagian pada usia haidl dan yang sebagian sebelum usia haidl, maka darah yang dihukumi haidl hanyalah darah yang keluar pada usia haidl saja.

Semisal ada wanita yang usiannya 9 tahun kurang dari 20 hari, mengeluarkan darah selama 10 hari, maka darah yang 4 hari awal lebih sedikit disebut darah istihadloh, sedangkan 6 hari akhir kurang sedikit disebut haidl.

Sebab darah yang 6 hari kurangsedikit ini, keluar saat wanita tersebut sudah menginjak usia 9 tahun kurang 16 hari kurang sedikit, yakni usia minimal wanita mengeluarkan darah haidl.

Contoh tabel wanita yang mengeluarkan darah disaat usia menginjak remaja

No. Usia Saat Keluar Darah Lama Keluar Darah Hukum Perincian Darah
1 8 th. 11 bln. 14 hari lebih sedikit 12 hari Semua darah haidl
2 8 th. 11 bln. 10 hari 10 hari 4 hari lebih sedikit merupakan darah istihadloh, 6 hari kurang sedikit merupakan darah haidl
3 8 th. 11 bln. 5 hari 15 hari 9 hari lebih sedikit merupakan darah istihadloh, 6 hari kurang sedikit merupakan darah haidl
4 8 th. 5 hari semua merupakan darah istihadloh
5. 9 th. 10 hari semua merupakan darah haidl

 

Sedangkan usia menopause (usia yang sudah tidak mengalami haidl) umumnya adalah 62 tahun. Namun para ulama menjelaskan bahwa usia berapapun bila wanita mengeluarkan darah dan telah memenuhi ciri-ciri haidl, maka darah yang keluar tetap dihukumi haidl. Dan wanita lanjut usiapun masih bisa dimungkinkan mengalami haidl. (novia_khil/kuliahislam).

Baca Juga:

 

SUMBER:

LBM-PPL. 2015. Uyunul Masa-il Linnisa’. Kediri: Lajnah Bahtsul Masa-il Madrasah Hidyatul Mubtadi-ien Pondok Pesantren Lirboyo.

Risalatul Fiqih oleh K. Ahsan Sholih. Jepara (Ponpes Al Ishlah Al Ishom).

Alquran karim.