Inilah Tangisan Umar Bin Abdul Aziz Kepada Allah Swt

Inilah Tangisan Umar Bin Abdul Aziz Kepada Allah Swt

Dari al-Mughirah bin Hakim, dia mengatakan, “Fatimah bin Abdul Malik mengatakan kepadaku, ‘Wahai Mughirah, mungkin di antara kaum laki-laki terdapat orang yang lebih banyak shalat dan puasanya daripada Umar.

Akan tetapi, aku tidak melihat seorang pun dari manusia yang lebih takut kepada Rabbnya daripada Umar. Apabila masuk rumah, dia menjatuhkan dirinya di tempat sujudnya, lalu dia tidak henti-hentinya menangis dan berdoa hingga tertidur. Lalu dia bangun lalu melakukan hal itu di sepanjang malamnya”.

Dari Abdul Aziz bin Walid bin Abi as-Sa’ib, dia mengatakan, “Aku mendengar ayahku mengatakan, ‘Aku tidak melihat seorang pun di mana sebuah rasa takut (atau khusyu’) lebih tampak pada wajahnya daripada Umar bin Abdul Aziz”.

Dari Mazid bin Hausyab (saudara al-Awwam), dia mengatakan, “Aku tidak melihat orang yang lebih takut kepada Allah daripada al-Hasan dan Umar bin Abdul Aziz. Seakan-akan neraka tidak diciptakan kecuali untuk mereka berdua”.

Baca Juga:

Dari Hisyam bin al-Ghaz, dia mengatakan, “Kami singgah di suatu tempat saat pulang dari Dabiq. Saat kami berangkat, Makhlul berlalu, dan dia tidak memberi tahu kami hendak ke mana. Kamu pun berjalan terus hingga kami melihatnya, lalu kami bertanya, ‘Anda telah ke mana?’. Dia menjawab, ‘Aku menjawab, ‘Aku telah mendatangi kuburan Umar bin Abdul Aziz dan mendoakannya’.

Kemudian, dia mengatakan, ‘Seandainya aku bersumpah, maka aku tidak mengecualikan. Tidak ada pada zamannya orang yang lebih kepada Allah kecuali Umar bin Abdul Aziz. Seandainya aku bersumpah, maka aku tidak mengecualikan. Tidak ada pada zamannya orang yang lebih berzuhud terhadap dunia daripada Umar bin Abdul Aziz”.

Qatadah mengatakan, “Seorang laki-laki yang biasa di panggil Ibnu al-Ahtam mengunjungi Umar bin Abdul Aziz, lalu dia tidak henti-hentinya menasehati Umar sementara Umar menangis hingga jatuh pingsan”.

Baca Juga:

Dari Abdussalam mantan sahaya Maslamah bin Abdul Malik, dia mengatakan, “Umar bin Abdul Aziz menangis, maka Fatimah menangis, lalu penghuni rumah juga menangis, tanpa mereka mengetahui apa yang membuat mereka menangis. Saat tangisan berat telah reda dari mereka, maka Fatimah berkata kepadanya, ‘Ayahku menjadi tebusanmu, wahai Amirul Mukminin, apa yang membuat anda menangis?’. Umar menjawab, ‘Wahai Fatimah, aku teringat tempat berpulang orang-orang di hadapan Allah, satu golongan di surga dan satu golongan lainnya di neraka’. Kemudian beliau menangis semakin keras lalu pingsan”.

Dari Atha’ bin Abi Rabah, dia mengatakan, “Fatimah, istri Umar bin Abdul Aziz, menceritakan kepadaku bahwa suatu saat dia masuk untuk menemui Umar,  ternyata dia sedang berada di tempat shalatnya, sementara tangan beliau pada pipinya, dan air mata beliau mengalir.

Maka aku katakan, ‘Wahai Amirul Mukminin, lalu berpikir mengenai orang yang fakir lagi kelaparan, orang yang sakit lagi tersia-siakan, orang yang tidak berpakaian lagi kesusahan, orang yang terdhalimi lagi tertekan, orang yang asing lagi tertawan, orang yang sudah tua renta, dan orang-orang yang memiliki kebutuhan di berbagai penjuru bumi.

Baca Juga:

Aku tahu bahwa Rabbku akan bertanya kepadaku tentang mereka, dan yang memperkarakanku untuk membela mereka adalah Muhammad Saw, maka aku takut bila argumenku tidak mampu menghadapi tuntunan beliau, maka aku kasihan kepada diriku, lalu aku menangis”.

Dari Abdullah bin Syaudzab, dia mengatakan, “Sulaiman melaksanakan haji bersama Umar bin Abdul Aziz. Setelah itu, dia pergi ke Tha’if. Ketika terkena petir dan kilat, maka dia ketakutan lalu berkata kepada Umar, ‘Tidaklah engkau melihat, apakah ini wahai Abu Hafsh?’. Dia mengatakan, ‘Ini adalah tanda rahmat-Nya turun, lalu bagaimanakah jika sekiranya azab-Nya yang turun?”.

Dari Hasan bin Umairah, dia mengatakan, “Umar bin Abdul Aziz membeli sahaya wanita Ajamiyah (bukan orang Arab), lalu budak itu mengatakan, ‘Aku melihat orang-orang bergembira, tetapi aku tidak pernah melihat orang ini (yakni Umar bin Abdul Aziz) gembira’. Umar bertanya, ‘Apa yang dikatakan oleh orang awam (budak wanita) ini?’. Lalu dia menjawab, ‘Ia berkata demikian dan demikian’. Umar mengatakan, ‘Kasihan dia! Kalian katakan kepadanya bahwa kegembiraan ada di hadapannya”. (ir/kuliahislam)

 

Sumber: Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah, Darul Haq