Inilah Ujian Berat Yang Dihadapi Sa’id Bin Jubair

Inilah Ujian Berat Yang Dihadapi Sa’id Bin Jubair

Adz-Dzahabi mengatakan, “Sa’id bin Jubair bersama Ibnu al-Asy’ats memberontak terhadap al-Hallaj, kemudian dia bersembunyi dan berpindah-pindah di berbagai tempat selama 12 tahun. Lalu mereka menangkapnya dan menghadapkannya kepada al-Hallaj.

Sesampainya pada al-Hallaj, dia mengatakan, ‘Wahai Syaqi (orang yang celaka) bin Kusair (yang pecah berkeping-keping) –dia memaksudkan: kamu bukan Sa’id (bahagia) bin Jubair!-  bukankah engkau tiba di Kuffah, dan tidak ada yang menjadi imam di sana kecuali orang Arab, lalu aku menjadikanmu sebagai imam?’

Sa’id menjawab, ‘Benar’. Al-Hallaj mengatakan, ‘Bukankah aku mengangkatmu sebagai qadhi (hakim) lalu penduduk Kuffah gempar seraya mengatakan bahwa tidak ada yang patut menjadi qadhi selain orang Arab, kemudian aku mengangkat Abu Burdah bin Abu Musa al-Asy’ari sebagai qadhi, dan aku memerintahkan kepadanya agar tidak memutuskan suatu masalah tanpa berkonsultasi terlebih dahulu kepadamu?’

Baca Juga:

Sa’id menjawab, ‘Benar’. Dia mengatakan, ‘Bukankah aku menjadikanmu di antara penasehatku, sedangkan mereka semua adalah tokoh-tokoh Arab?’. Sa’id menjawab, ‘Benar’. Dia mengatakan, ‘Bukankah aku memberimu 100.000 untuk engkau bagi-bagikan kepada orang-orang yang mmbutuhkan?’. Sa’id menjawab, ‘Benar’. Dia mengatakan, ‘Lantas apakah yang membuatmu memberontak terhadapku?’. Sa’id menjawab, ‘Karena suatu bai’at yang ada di leherku kepada Ibnu al-Asy’ats’. Al-Hallaj pun murka seraya berkata, ‘Bukankah bai’at Amirul Mukminin ada di lehermu sebelumnya? Wahai algojo, penggal lehernya!’ Algojo itu pun memenggal lehernya.”

Dari Abu Shalih, dia mengatakan, “Aku mengunjungi Sa’id bin Jubair ketika telah dibawa kepada al-Hallaj. Ketika ada seseorang yang menangis, maka Sa’id bin Jubair bertanya, “Apakah yang membuatmu menangis?”. Dia menjawab, “Karena musibah yang menimpa anda ini”. Maka beliau mengatakan, “Jangan menangis, karena dalam ilmu Allah akan terjadi demikian”, seraya membaca firman-Nya:

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مِّن قَبۡلِ أَن نَّبۡرَأَهَآۚ

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya”. (Al-Hadid: 22)

Baca Juga:

Dari Salim bin Abi Hafshah, dia mengatakan, “Ketika Sa’id bin Jubair samai di hadapan al-Hallaj, maka dia mengatakan, ‘Apakah kamu Syaqi bin Kusair?’. Sa’id bin Jubair menjawab, ‘Aku adalah Sa’id bin Jubair’. Dia mengatakan, ‘Sungguh aku akan membunuhmu’. Sa’id mengatakan, ‘Kalau begitu aku sebagaimana nama yang telah diberikan oleh ibuku’. Sa’id mengatakan, ‘Biarkanlah aku shalat dua rakaat’. Al-Hallaj mengatakan, ‘Hadapkanlah dia ke kiblat kaum Nasrani’. Lalu Sa’id mengatakan:

وَلِلَّهِ ٱلۡمَشۡرِقُ وَٱلۡمَغۡرِبُۚ فَأَيۡنَمَا تُوَلُّواْ فَثَمَّ وَجۡهُ ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ وَٰسِعٌ عَلِيمٞ ١١٥

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.”. (Al-Baqarah: 115)

Sa’id bin Jubair mengatakan, ‘Aku berlindung kepada Allah darimu sebagaimana Maryam berlindung’. Al-Hallaj berkata, ‘Maryam berlindung dari apa?’ Sa’id bin Jubair menjawab,

قَالَتۡ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِٱلرَّحۡمَٰنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيّٗا ١٨

“Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”. (QS. Maryam: 18)

Baca Juga:

Sulaiman at-Taimi berkata, “Asy-Sya’bi memandang boleh melakukan taqiyyah, sementara Ibnu Jubair tidak memandang boleh melakukan taqiyyah”.

Saat itu, apabila seseorang dihadapkan kepada al-Hallaj lalu dia bertanya kepadanya, “Apakah engkau mengingkari pemberontakanmu terhadapku?”. Jika dia menjawab, “Ya”, maka dia dibebaskan. Lalu dia bertanya kepada Sa’id bin Jubair, “Apakah engkau mengingkarinya?”. Dia menjawab, “Tidak”. Al-Hallaj berkata, “Pilihlah dengan cara membunuh yang bagaimanakah aku akan membunuhmu”. Dia menjawab, “Kamu pilihlah sendiri, karena qisas ada dihadapanmu”. (ir/kuliahislam)

 

Sumber: Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah, Darul Haq