Inilah Ujian Yang Dihadapi Sa’id Bin Al-Musayyab

Inilah Ujian Yang Dihadapi Sa’id Bin Al-Musayyab

Biografi Lengkap Sa’id Bin Musayyab

Dari Abdullah bin Ja’far dan lainnya, mereka berkata, “Abdullah bin az-Zuhair mengangkat Jabir al-Aswad bin Auf az-Zuhri sebagai gubernur Madinah, lalu dia menyeru khalayak untuk membaiat Abdullah bin Zubair, maka Sa’id bin al-Musayyab mengatakan, ‘Tidak, hingga orang-orang berkumpul’. Maka dia memukulnya enam puluh kali cambukan. Ketika hal itu sampai kepada Abdullah bin Zubair, maka beliau menulis surat kepada Jabir yang berisikan celaan terhadapnya, dan mengatakan, ‘Tidak ada urusan kita dengan Sa’id, biarkanlah dia”.

Dan dari mereka juga bahwa Abdul Aziz bin Marwan meninggal di Mesir pada tahun 84 H, maka Abdul Malik mengangkat kedua putranya, Walid dan Sulaiman sebagai putra mahkota, dan dia menulis surat permintaan pembaiatan untuk mereka ke berbagai negeri, serta kepada guberburnya atas Madinah kala itu.

Namun, Sa’id bin al-Musayyab menolak untuk membaiat keduanya seraya mengatakan, “Hingga aku lihat (orang yang aku baiat) lebih dulu”. Maka hisyam pun mencambuknya dengan 60 kali cambukan. Kemudian membawanya keliling dengan memakai celana terbuat dari bulu hingga sampai di puncak Tsaniyyah.

Baca Juga:

Saat mereka memutarnya, maka Sa’id bertanya, “Ke mana engkau akan memutarkan aku”. Mereka menjawab, “Ke penjara”. Dia mengatakan, “Demi Allah, sekiranya aku tidak menduganya keras seperti ini, niscaya aku tidak memakai celana ini selamanya”. Mereka pun mengembalikannya ke penjara dan menahannya di sana. Hisyam berkirim surat kepada Abdul Malik untuk mengabarkan kepadanya dengan (berita) bahwa Sa’id menentang.

Maka Abdul Malik pun menulis surat balasan kepadanya untuk mengecamnya atas tidakannya terhadap Sa’id seraya mengatakan, “Said, demi Allah, lebih butuh untuk menjalin tali rahim dengannya daripada engkau memukulnya. Dan aku benar-benar tahu bahwa dia memiliki tindakan menyelisihi”.

Dari Sufyan, dari seorang laki-laki, dari keluarga Umar, dia mengatakan, Aku pernah berkata kepada Sa’id bin al-Musayyab, “Doakanlah agar keburukan menimpa Bani Umayyah”. Maka Sa’id bin al-Musayyab berdoa, “Ya Allah, muliakanlah agama-Mu, menangkanlah para kekasih-Mu, dan hinakanlah para musuh-Mu, dalam keselamatan untuk umat Nabi Muhammad Saw”.

Baca Juga:

Dari Abu Yunus al-Qawi, dia mengatkan, Aku memasuki Masjid Madinah, ternyata Sa’id bin al-Musayyab duduk sendirian. Maka aku bertanya, “Ada apa dengannya?”. Dikatakan kepadaku, “Beliau melarang siapa saja duduk di majlisnya”.

Dari Qatadah, bahwa saat seseorang hendak duduk di majlis Ibnu al-Musayyab, dia berkata, “Sesungguhnya mereka telah mencambukku, dan mereka menghalangi manusia untuk duduk di majlisku”.

Guru-Guru Sa’id Bin Al-Musayyab

Al-Hafidz mengatakan, “Sa’id bin al-Musayyab meriwayatkan dari Abu Bakar secara mursal, dari Umar, Usman, Ali, Sa’ad bin Abi Waqqash, Hakim bin Hizam, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Ibnu Amr bin Ash, ayahnya sendiri al-Musayyab, Ma’mar bin Abdullah bin Nadlah, Abu Dzar, Abu Darda’, Hassan bin Tsabit, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zaid al-Mazini, Attab bin Asid, Usman bin Abul Ash, Abu Tsa’labah al-Khusyani, Abu Qatadah, Abu Musa, Abu Sa’id, Abu Hurairah (dan Said adalah menantunya), Aisyah, Asma binti Umais, Khaulah binti Hakim, Fatimah binti Qais, Ummu Sulaim, Ummu Syarik, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Baca Juga:

Murid-Murid Sa’id Bin Al-Musayyab

Al-Hafidz berkata, “Yang meriwayatkan darinya,  ialah putranya Muhammad, Salim bin Abdillah bin Umar, az-Zuhri, Qatadah, Syarik bin Abi Namir, Abu az-Zinad, Sumaiy, Sa’ad bin Ibrahim, Amr bin Murrah, Yahya bin Sa’id al-Anshari, Dawud bin Abu Hind, Thariq bin Abdurrahman, Abdul Hamid bin Jubair bin Syubah, Abdul Khaliq bin Salamah, Abdul Majidbin Sahl, Amr bin Muslim bin Umarah bin Ukaimah, Abu Ja’far al-Baqir, Ibnu al-Mundakir, Hasyim bin Hasyim bin Uthbah, Yunus bin Yusuf, dan masih banyak lagi yang lainnya. (ir/kuliahislam)

 

Sumber: Biografi 60 Ulama Ahlus Sunnah, Darul Haq.