Keadilan Dalam Memerintah, QS. AL-Hujurat ayat 9

Keadilan Dalam Memerintah, QS. AL-Hujurat ayat 9

Keadilan Dalam Memerintah

Allah berfirman dalam QS. AL-Hujurat ayat 9 ;

وَإِن طَآئِفَتَانِ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ٱقۡتَتَلُواْ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَهُمَاۖ فَإِنۢ بَغَتۡ إِحۡدَىٰهُمَا عَلَى ٱلۡأُخۡرَىٰ فَقَٰتِلُواْ ٱلَّتِي تَبۡغِي حَتَّىٰ تَفِيٓءَ إِلَىٰٓ أَمۡرِ ٱللَّهِۚ فَإِن فَآءَتۡ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَهُمَا بِٱلۡعَدۡلِ وَأَقۡسِطُوٓاْۖ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ ٩

“ Dan apabila ada dua golongan orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat dzalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat dzalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah  mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. AL-Hujurat : 9)

Dari Abu Hurairah ra., Nabi Saw. bersabda, ; ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah, pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya, Yaitu;

  1. Seorang imam yang adil
  2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah Swt.
  3. Seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid
  4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah Swt., mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya
  5. Seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan lagi cantik untuk berbuat mesum lalu ia menolak dan berkata “ aku takut kepada Allah.”
  6. Seorang yang bersedekah dengan diam-diam, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya
  7. Seorang yang menetes air mata saat berdzikir, mengingat dan menyebut nama Allah dalam kesunyian. (HR. Imam Muslim) Juz 1 No. 1031

Dalam hadits lain yang diriwayatkan, Dari ‘Auf bin Malik ra., ia berkata, “ Aku mendengar Rosulullah SAW. bersabda, “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah mereka mencintai kalian dan kalian mencintai mereka, mereka mendoakan kalian dan kalian mendoakan mereka. Dan sejelek-jelek pemimpin kalian adalah mereka yang membenci kalian dan kalian membenci mereka, mereka mengutuk kalian dan kalian mengutuk mereka. Beliau ditanya, Wahai Rosulullah SAW., tidakkah kita memerangi mereka? “ kemudian beliau bersabda, “Tidak, selagi mereka mendirikan sholat bersama kalian.” (HR. Imam Muslim)

Pada tafsir QS. AL-Hujurat ayat 9 Allah Swt. berfirman seraya memerintahkan untuk mendamaikan antara dua orang atau dua kelompok muslim yang bertengkar, (Dan apabila ada dua golongan orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya….) Allah masih tetap menamakan mereka sebagai orang mukmin, walaupun mereka satu sama lain saling berperang. Berdasarkan hal ini Imam Bukhori dan yang lainnya mengambil kesimpulan, bahwa kemaksiatan yang dilakukan seorang mukmin, tidak sampai mengeluarkannya dari iman atau dia menjadi kufur, sekalipun tingkat kemaksiatannya besar. Demikian juga terdapat keterangan dalam kitab Shohih Bukhori dari Hadits Al-Hasan, dari Abi Bakroh, bahwa pada suatu hari Rosulullah SAW. Khutbah di mimbar, sedang Hasan Bin Ali Bin Abi Tholib di sisinya. Dalam khutbahnya terkadang beliau melirik kepada Hasan Bin Ali dan terkadang kepada orang-orang , dan bersabda, “ Sesungguhnya anakku ini adalah sayyid (pemimpin) dan semoga Allah akan mendamaikan dua kelompok besar kaum Muslimin lewat tangannya,” Terbuktilah sabda Rosulllah SAW. itu, bahwa Hasan bin Ali bin Abi Tholib dapat mendamaikan penduduk Syam dan Irak, setelah peperangan yang cukup panjang.

Dan pada firman Allah, (…Jika salah satu dari keduanya berbuat dzalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat dzalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah…) yakni, hingga kembali pada perintah Allah yaitu mendengarkan dan mentaati kepada perkara yang Haq. Sebagaimana ditetapkan dalam hadits shohih, dari Anas ra. bahwa Rosulullah SAW bersabda, “ Tolonglah saudaramu yang dzalim dan yang terdzalimi.” Aku bertanya, “Wahai Rosulullah, jelas, aku faham menolong orang yang didzalimi, tapi bagaimana cara menolong orang yang dzalim?” Rosulullah SAW. “Cegahlah dari kedzalimannya, itulah cara kamu menolongnya.”

Dan pada firman Allah, (…Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah  mencintai orang-orang yang berlaku adil.) yakni berlaku adillah kalian dalam memutuskan persoalan yang menimpa mereka. Ibnu Abi Hatim berkata, dari Abdullah bin ‘Amr ra. bahwa Rosulullah SAW bersabda, “ Orang-orang yang berlaku adil berada disisi Allah di atas mimbar (panggung) yang terbuat dari cahaya , disebelah Ar-Rohman dengan sebab mereka berlaku adil di dunia.” (kuliahislam)