Manfaat Air Wudhu

Manfaat Air Wudhu

Keutamaan Berwudhu Menurut Al-Qur’an Dan Hadits

Wudhu adalah amalan yang paling utama lagi mulia, dan cukuplah yang menunjukkan dalil akan keutamaannya adalah bahwa dia merupakan syarat sahnya shalat yang merupakan tiang agama dan rukun Islam terpenting setelah dua kalimat syahadat. Karenanya barangsiapa yang mengerjakan shalat tanpa wudhu (bagi yang berhadats kecil) maka shalatnya tidak sah dan dia telah terjatuh ke dalam dosa besar.

Wudhu apabila dilakukan dengan sempurna sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, maka akan mendatangkan keutamaan yang sangat banyak bagi pelakunya, di antaranya:

  1. Penghapus Dosa

Orang yang berwudhu dengan benar dan sempurna maka dosa-dosa yang diperbuat oleh anggota wudhunya akan keluar (terhapus) bersamaan dengan keluarnya tetesan air wudhunya. Yang dimaksud penghapus dosa disini adalah hanya dosa-dosa kecil.

Hal ini sebagaimana hadits berikut ini:

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ” مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْ تَحْتِ أَظْفَارِهِ  “.

Dari Sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang berwudhu lalu membaguskan wudlunyanya, Maka keluarlah dosa-dosanya dari badannya bahkan (dosa-dosanya) akan keluar dari bawah kuku-kukunya.” (HR.Muslim)

Maksud memperbaiki wudhu adalah mengerjakannya secara sempurna (mencakup rukun, wajib, dan sunnah wudhu) sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِى اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ قَالَ ” إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ أَوِ الْمُؤْمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَإِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ فَإِذَاغَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ  أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلاَهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِالْمَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنَ الذُّنُوبِ”.

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila seorang hamba Muslim atau Mukmin berwudhu, lalu membasuh wajahnya maka keluarlah dari wajahnya segala dosa-dosa karena penglihatan matanya bersama dengan air atau bersama tetes air yang terakhir, apabila membasuh kedua tangannya maka keluarlah dari kedua tangannya segala dosa-dosa karena perbuatan kedua tangannya bersama dengan air atau bersama tetes air yang terakhir.apabila membasuh kedua kakinya maka keluarlah dari kedua kakinya segala dosa-dosa yang ditempuh oleh kedua kakinya bersama dengan air atau bersama tetes air yang terakhir sehingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa-dosa”.(HR. Ahmad )

Keutamaan wudhu lainnya adalah akan ditemani malaikat saat tidur di malam hari dan malakikat tersebut akan memohon supaya dosa diampuni karena sudah tidur dalam keadaan bersuci.

Rasulullah Saw bersabda,

”Sucikanlah jasad-jasad ini, niscaya allah akan menyucikan kalian. karena tak seorang hambapun yang tidur di malam hari dalam keadaan suci, melainkan ia akan ditemani seorang Malaikat yang berada di selimutnya dan tidak bergerak sedikitpun sepanjang malam dan hanya berdoa,”Ya Allah, ampunilah hambamu ini, karena ia tidur dalam keadaan bersuci.”(HR. Ath Thabrani)

Rasulullah Saw bersabda,

”jika seorang hamba menjaga shalatnya, menyempurnakan wudlunya, rukuknya, sujudnya, dan bacaannya, maka shalat akan berkata kepadanya, “Semoa Allah SWT menjagamu sebagaimana kamu menjagaku”, dia naik dengannya ke langit dan memiliki cahaya hingga sampai kepada Allah SWT dan shalat memberi syafaat kepadanya.”

  1. Meninggikan Derajat

Hal ini sebagaimana hadits berikut ini:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِى اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ قَالَ “ أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ “ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ “ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ .“

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu yang dengannya Allah akan menghapuskan dosa-dosa dan menaikkan derajat ?” Para Shahabat menjawab: “Mau, Wahai Rasulullah !” Beliau bersabda: ”Menyempurnakan wudlu pada saat-saat yang tidak disukai, memperbanyak langkah ke masjid dan menunggu sholat berikutnya setelah melakukan sholat. maka itulah yang dinamai Ribath (Berjaga-jaga di garis perbatasan)”.(HR. Ahmad)

Ribath adalah amalan berjaga-jaga di daerah perbatasan antara daerah kaum muslimin dengan daerah musuh. Maksudnya pahalanya disamakan dengan pahala orang yang melakukan ribath.

  1. Wajah Tampak Bercahaya

Pada hari Kiamat, orang yang berwudlu dengan benar dan sempurna akan mendapatkan cahaya pada wajah, kedua tangan, dan kedua kakinya dengan sebab dia mencuci wajah, kedua tangan, dan kedua kakinya dalam berwudlu. Hal ini sebagaimana hadits berikut ini:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِى اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ يَقُولُ ” إِنَّ أُمَّتِى يُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ “

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Umatku akan dihadirkan pada hari kiamat dengan wajah, tangan, dan kaki yang bercahaya karena bekas-bekas wudlu mereka. karenanya barangsiapa di antara kalian yang bisa memperpanjang cahayanya maka hendaklah dia lakukan.”(HR. Bukhari)

  1. Separuh Keimanan

Hal ini sebagaimana hadits berikut ini:

عَنْ أَبِى مَالِكٍ الأَشْعَرِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ ” الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ. وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلآنِ أَوْ تَمْلأُ مَا بَيْنَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاَةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَائِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا “.

Dari Abu Malik Al-Asy’ari ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

“Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, ‘Subhanalloh dan Alhamdulillah’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi, sholat adalah cahaya, dan sedekah itu merupakan bukti, kesabaran itu merupakan sinar, dan Al quran itu merupakan hujjah yang akan membela atau menuntutmu.

Setiap jiwa manusia melakukan amal untuk menjual dirinya, maka sebagian mereka ada yang membebaskannya (dari siksa Allah) dan sebagian lain ada yang menjerumuskannya (dalam siksa-nya).”(HR Muslim)

  1. Langkah Kakinya Sebagai Amal

Orang yang berwudlu dengan benar dan sempurna maka akan diampuni semua dosanya yang telah berlalu, dan setiap langkah kakinya ke masjid akan dihitung sebagai amalan sunnah. Demikian pula shalat (sunnah wudlu) yang dia lakukan setelahnya. Hal ini sebagaimana hadits berikut ini:

عَنْ عُثْمَانَ بْن عَفَّانَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ قَالَ ” مَنْ تَوَضَّأَ هَكَذَا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَكَانَتْ صَلاَتُهُ وَمَشْيُهُ إِلَى الْمَسْجِدِ نَافِلَةً “

Dari Utsman bin Affan ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang berwudhu seperti ini maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. sholat dan berjalannya menuju ke masjid merupakan Nafilah (Sunnah).”(HR.Muslim)

Karenanya, disunnahkan untuk berjalan kaki ke masjid selama masih memungkinkan dan tidak menaiki kendaraan, demikian pula disunnahkan untuk mengerjakan shalat sunnah wudhu.

Dan yang dimaksud dengan sabda Nabi dalam hadits di atas: (maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu) adalah dosa-dosa kecil, karena para ulama menyatakan bahwa dosa besar hanya bisa terhapus dengan taubat nasuha dan istighfar.

  1. Delapan Pintu Surga Di Bukakan

Orang yang selalu berwudhu dengan sempurna akan diberi pilihan masuk surga melalui delapan pintu surga yang dia sukai.

Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khaththab ra, dari Rosulullah SAW, beliau bersabda:

مَا مِنْكُمْ مِنْ أحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلغُ أَوْ فَيُسْبِغُ الوُضُوءَ  ثُمَّ يقول : أشهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ إِلاَّ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ  رواه مسلم . وزاد الترمذي :اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ ،وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ

“Barang siapa di antara kalian berwudlu lalu menyempurnakan wudlunya, kemudian berkata, aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Hamba dan Rasul (Utusan)-Nya, Maka akan dibukakan untuknya pintu surga yang delapan dan dia bisa masuk ke dalamnya lewat pintu mana saja yang dikehendakinya.”

(HR. Muslim)

Imam Tirmidzi rahimahulloh menambahkan: “Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mensucikan diri.”

Demikian beberapa keutamaan besar yang diperoleh oleh setiap muslim dan muslimah yang melakukan wudlu sebagaimana wudlu Nabi Muhammad SAW.

  1. Syarat Menyentuh Dan Membaca Alquran

Al Qur’an adalah kalamullah (firman Allah) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai kitab suci umat Islam. Dalam rangka memuliakan Al Qur’an sebagai kalamullah (firman Allah) maka disunnhakan berwudhu’ sebelum memegang kitab suci Al Qur’an ini.

Al Imam Ath Thabrani dan Al Imam Ad Daraquthni meriwayatkan hadits Rasulullah SAW dari shahabat Hakim bin Hizam radhiallahu ‘anhu:

لاَتَمُسُّ القُرآنَ إِلاَّ وَأَنْتَ طَاهِرٌ

“janganlah kamu menyentuh Al Qur’an kecuali dalam keadaan suci”.

Bagaimana jika hanya membacanya saja tanpa menyentuhnya, apakah hal ini juga disunnahkan (dianjurkan) oleh Rasulullah SAW? Ya, hal itu disunnahkan oleh Rasulullah SAW.  Sebagaimana sabdanya:

“Sesungguhnya aku tidak menyukai berdzikir kepada allah kecuali dalam keadaan suci.”

Tentunya, membaca Al Qur’an adalah semulia-mulia dzikir kepada Allah SWT.

  1. Mencegah Mimpi Buruk Dan Gangguang Setan Saat Tidur

Termasuk sunah rasulullah adalah berwudhu’ sebelum tidur. hal ini bertujuan agar setiap muslim dalam kondisi suci pada setiap kedaannya, walaupun ia dalam keadaan tidur. hingga bila memang ajalnya datang menjemput, maka diapun kembali kehadapan rabb-nya dalam keadaan suci dan sunah ini pun akan mengarahkan pada mimpi yang baik dan terjauhkan diri dari permainan setan yang selalu mengincarnya.

Rasulullah bersabda,

”Setan akan datang mengikat ujung kepala kalian ketika sedang tidur dengan tiga ikatan. pada setiap ikatan setakan akan dibisikkan,” kamu masih memiliki malam yang panjang, maka tidurlah.” jika engkau bangun dan mengingat Allah, maka akan terlepaslah ikatan pertamamu. apabila engkau kemudia berwudhu maka akan terlepaslah ikatan kedua. dan jika engkau melakukan shalat, maka akan terlepaslah ikatanmu yang ketiga. jika engkau tidak melakukan ketiga hal itu, niscaya hatimu akan menjadi sesat dan malas.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Tentang sunnah ini, Rasulullah SAW telah menjelaskan dalam sabda beliau yang diriwayatkan dari sahabat Al Barra’ bin ‘Azib, bahwasanya beliau berkata:

“Apabila kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudlulah sebagaimana wudlumu untuk shalat.”(HR. Bukhari)

Demikianlah sunah yang selalu dijaga oleh Rasulullah SAW ketika hendak tidur, yang semestinya kita sebagai muslim meneladaninya. Bahkan ketika beliau terbangun dari tidurnya untuk buang hajat, maka setelah itu beliau berwudhu’ lagi sebelum kembali ke tempat tidurnya. Sebagaimana yang diceritakan Abdullah Bin Abbas radhiallahu ‘anhuma:

“bahwasanya pada suatu malam Rasulullah pernah terbangun dari tidurnya untuk menunaikan hajat. kemudian beliau membasuh wajah dan tangannya (berwudhu) lalu kembali tidur.”(HR. Bukhari)

  1. Calon Anak Terhindar Dari Ganggun Setan

Rasulullah SAW juga memberikan bimbingan bagi para pasutri (pasangan suami istri) ketika hendak bersetubuh. Hendaknya bagi pasutri berdo’a sebelum melakukannya, dengan doa’ yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW ;

بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkan (gangguan) setan terhadap apa yang engkau rezikan kepada kami.”(HR.Bukhari)

Kemudian ketika sudah usai dan ingin mengulanginya lagi maka hendaknya keduanya berwudhu’ terlebih dahulu. Rasulullah SAW:

“apabila seseorang telah berhubungan denga istrinya, kemudia ingin mengulanginya lagi maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu.”(HR. Muslim)

Dengan tujuan agar setan tidak ikut campur dalam acara yang sakral ini dan bila dikarunia anak, maka setan tidak mampu memadlaratkannya.

  1. Di Bangunkan Rumah Di Surga

Rasulullah SAW juga sudah bersabda,

”Tak seorang hamba muslim pun yang berwudlu lalu menyempurnakan wudlunya, lalu shalat dengan niat ikhlas karena Allah setiap hari 12 rakaat, melainkan Allah pasti akan membangunkan baginya sebuah rumah di jannah.”(HR. Ahmad)

  1. Mendapat Pahala Walau Telat Sholat di Masjid

Rasulullah bersabda,

Baransiapa yang berwudhu dan menyempurnakan wudlunya, kemudian sengaja keluar menuju masjid dan mendapati orang-orang sudah sholat, Allah tetap akan menuliskan baginya pahala seperti pahala para jamaah itu tanpa mengurangi pahala mereka.”(HR. Abu Daud dan Nasa’i)

tentu saja hadist diatas tidak berlaku bagi orang yang sengaja telat atau bermalas-malasan.(ir/kuliahislam)

Sumber : Kumpulan hadits-hadits tentang wudhu