Mengenal Lebih Dekat KH. Munawar Khalil

Mengenal Lebih Dekat KH. Munawar Khalil

“Hidup” Bersama Kelengkapan Tarikh Muhammad

Munawar Khalil -ejaan lama: Moenawar Chalil- adalah ulama yang komplet. Dia berpengetahuan luas, pendidik, aktifis kemasyarakatan, organisatoris, pejuang kemerdekaan, dan penulis yang produktif. Sejumlah bukunya terus dicetak ulang hingga kini.

Munawar Khalil lahir di Kendal, Jawa Tengah, pada 22 Februari 1908. Ayahnya bernama Muhammad Khalil, seorang ulama yang berpengaruh dan juga pedagang yang sukses.

Di saat awal, Munawar mendapat pelajaran agama dari ayahnya sendiri. Setelah itu, dia belajar agama kepada sejumlah guru di beberapa pesantren di Kendal.

Sejak muda Munawar Khalil aktif di dunia pergerakan. Pada usia 18 tahun dia ditahan Belanda atas tuduhan berkomplot dengan Syarikat Islam (SI) di Solo yang dianggap merongrong dan akan menggulingkan penguasa.

Baca Juga : 

Pada akhir 1926 Munawar Khalil pergi ke Mekkah untuk berhaji dan belajar agama. Di Mekkah dia seangkatn dan bertemu dengan HAMKA. Saat di Mekkah itu, tampak Munawar Khalil sangat memperhatikan pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab yang sikap monoteisme-nya sangat tegas. Di samping itu, perkembangan pemikiran Islam di Mesir juga menjadi perhatian Munawar Khalil. Di kemudian hari, di dalam banyak karya tulisnya, Munawar Khalil hampir selalu mengutip pendapat salah seorang pembaharu Islam yaitu muhammad Abduh.

Setelah tiga tahun di tanah suci, pada 1929 Munawar Khalil pulang ke Indonesia. Dia selalu menjadi da’i yang fasih bicara tentang pemurnian ajaran Islam. dalam ceramah-ceramahnya, dia selalu mengingatkan umat Islam agar tak tersesat pada hal-hal yang bersifat bid’ah, tahayul, dan syirik. Dalam pandangan Munawar Khalil, bila ingin maju, maka umat Islam harus dibersihkan dari unsur-unsur bid’ah, takhayul, dan syirik itu.

Pada 1930 di usia 22 tahun dia diangkat menjadi anggota Majelis Tarjih PP Muhammadiyyah. Pada saat yag sama dia menjadi pembantu utama majalah Pembela Islam milik PERSIS di Bandung. Pada 1933, saat pindah ke Semarang dia menjadi guru pada Kursus Agama Islam dan Kursus Muballigh yang diadakan Muhammadiyyah Cabang Semarang. Lalu, pada 1934-1935 dia menjadi pemimpin redaksi majalah Suara Islam di Semarang. Lantas, pada 1938, dia diangkat sebagai Sekretaris Lajnah Ahli Hadis Indonesia.

Munawar Khalil aktif di banyak organisasi. Jika di PP Muhammadiyyah pernah menjadi anggota Majelis Tarjih, maka di PERSIS Munawar Khalil pernah menjabat sebagai Pemimpin Majelis Ulama PERSIS. Dia juga pernah menjadi Penasihat Front Antikomunis Indonesia. Dia pun pernah menjadi anggota Pimpinan Masyumi Pusat.

Sebagai aktivis Masyumi, pada 1955 Munawar Khalil mengeluarkan fakta bahwa memenangkan Pemilu adakah kewajiban agama. Bahkan dia menyamakan pemilu dengan jihad.

Menurut Munawar Khalil, seorang Muslim yang bersedia berperang bagi kemenangan Islam di semua keadaan, juga dalam pemilu, berhak mendapat pahala sebagaimana pahala yang dijanjikan Allah kepada kaum Mujahidin. Untuk itu, dia juga menganjurkan dengan sangat agar kaum Muslimin membelanjakan hartanya untuk masalah-masalah politik sehingga partai politik Islam tak kekurangan dana dan dapat menjalankan aktivitasnya untuk memenangkan pemilu.

Baca Juga : 

Munawar Khalil adalah penulis yang produktif. Tulisannya tersebar di berbagai majalah dan surat kabar. Sekadar menyebut contoh, artikel-artikel dia ada di majalah Aliran Islam Bandung, Hikmah Jakarta, Daulah Islamiyyah Jakarta, Al-Islam Medan, Harian Pemandangan Jakarta, Abadi Jakarta, dan Suara Merdeka Semarang.

Tak hanya artikel, Munawar Khalil juga produktif menulis buku. Buku pertamanya terbit pada 1936. Selama tiga tahun, buku Kelengkapan Tarikh Muhammad Saw terbit secara berkala. Jumlahnya mencapai 40 jilid. Setelah itu dia baru menulis Al-Qur’an dari Masa ke Masa, Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, Himpunan Hadis-hadis Pilihan, Peristiwa Isra’ Mi’raj, Nilai Wanita, dan lain-lain. Dari sekitar 10 judul karya Munawar Khalil, yang monumental adalah Kelengkapan Tarikh Muhammad Saw dan Kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Rupanya, sejarah adalah tema yang disukai Munawar Khalil. Terbukti bahwa diantara berbagai karyanya, tema biografi tokoh Islam cukup mendominasi. Misal, biografi istri-istri Nabi Saw, biografi Imam Mazhab, dan lain-lain.

Di masa pergerakan kemerdekaan, Munawar Khalil ikut berjuang keras. Dia gigih melawan penjajah. Untuk keperluan itu dia melakukannya dengan berpindah-pindah tempat, kadang di Semarang, Salatiga, dan kota-kota lainnya.

Di alam kemerdekaan, dia turut mengisinya dengan berbagai amal shalih, termasuk lewat amanah sebagai Kepala Jawatan Agama. Pada 1951 Munawar Khalil mengundurkan diri dari jabatan itu. Lalu, pada 1952, bersama beberapa ulama lainnya dia ditahan karena tuduhan akan mendirikan Negara Islam Indonesia. Namun, karena tak ada bukti kuat, setelah 7 bulan ditahan dia lalu dibebaskan.

Hari-harinya kemudian dihabiskan untuk berdakwah dan menulis buku. Ketika pada 1957, Himpunan Pengarang Islam indonesia mengadakan angket, Munawar Khalil terpilih sebagai satu di antara 10 pengarang yang paling terkenal bersama M. Natsir, HAMKA, Zainal Abidin Ahmad, Firdaus AN, Tamar Jaya, A. Hassan, Isa Anshari, Hasbi ash-Shiddieqy, dan H.Z. Arifin Abbas.

Sebagai pemikir Islam, apa yang dituangkan Munawar Khalil dalam berbagai tulisan maupun ceramah-ceramahnya amat luas cakupannya, dari akidah hingga ke muamalah. Materi apa pun yang dia bahas, kesimpulan akhirnya adalah pada praktik-praktik pemurnian ajaran Islam dan menolak semua yang berbau non-Islam. dia selalu bekerja keras untuk itu tak jarang dia berhadapan dengan kaum tradisional yang belum siap dengan kritik tajam ke pangkal masalah.

Baca Juga : 

Munawar Khalil wafat pada 23 Mei 1981 di Semarang dalam usia 73 tahun. Beliau mewariskan beberapa karya tulis yang sangat penting. Lewat tulisan-tulisan itu dia telah berhasil menembus berbagai batas, fisik dan non fisik. Nama beliau akan terus disebut-sebut karena buku-bukunya, terutama yang berjudul Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Saw masih tetap dibaca orang. (ir/kuliahislam)

 

Sumber : 50 Pendakwah Pengubah Sejarah, M. Anwar Djaelani. Pro-U Media Jl. Jogokarian 41 Yogyakarta.