Puasa Arafah

Puasa Arafah

Puasa memiliki banyak keutamaan dan memiliki pahala puasa yang tidak terhitung kecuali hanyalah Allah yang dapat menghitung. Oleh karenanya, Allah menyandarkan ibadah puasa untuk dirinya sendiri, bukan yang lain.

Allah berfirman (dalam hadits qudsi): “Semua perbuatan manusia itu untuk dirinya sendiri, kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Sayalah yang akan membalas ibadah puasanya itu.”

Dalam shahih Al-Bukhori dan Muslim ada disebut hadits: “Barang siapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan memisahkan dirinya dari neraka sejauh 70 kharif.”

Dari penjelasan diatas dapat diketahui yang dimaksud puasa tersebut tidak hanya puasa Ramadhan saja, akan tetapi juga puasa sunnah. Salah satu puasa sunnah yaitu puasa arafah.

Hukum puasa arafah adalah sunnah muakkad. Pelaksaan puasa tersebut pada tanggal 9 Dzulhijjah, untuk lebih berhati-hati, hendaklah berpuasa pada tanggal 8 dan 9 nya.

Setiap umat muslim boleh melaksanan puasa tersebut keculi apabila ada halangan dan orang yang sedang beribadah haji.

Siapapun umat muslim yang mengerjakan puasa ini, bisa melebur dosa selama satu tahun yang telah berjalan dan satu tahun berikutnya (Fathul mu’in).

Dosa yang dilebur adalah dosa kecil yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak-hak Adam atau manusia, sebab dosa besar bisa lebur hanya dengan bertaubat yang sah. Sedangkan hak Adam terserah pada kerelaan yang bersangkutan sendiri.

Jikalau tidak mempunyai dosa kecil, maka kebajikan-kebajikannya ditambah. Dan sunnah puasa pula tanggal 8 Dzulhijjah (hari Tarwiyah) berdasarkan hadis shahih yang menunjukkan bahwa 10 hari bulan Dzulhijjah lebih afdhal dari pada 10 hari yang akhir di bulan Ramadhan.

Puasa Arafah memiliki keutamaan begitu besar. Rosulullah SAW bersabda dalam riwayat muslim:

Umat muslim yang ingin berpuasa untuk melafalkan niat puasa sunnah Arafah di malam harinya. Berikut lafal niat puasa Arafah:

niat puasa arafah malam hari

 

 

Artinya: “aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”

Orang yang ingin berpuasa sunnah arafah di siang hari tetapi tidak sempat melafalkan niat dan berniat puasa di malam harinya boleh menyusul pelafalan niat dan memasang niat puasa sunnah Arafah seketika itu juga.

Kewajiban niat di malam hari hanya untuk puasa wajib. Untuk puasa sunnah, niat boleh siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh sampai tergelincirnya matahri atau zuhur.

Berikut lafal niat puasa sunnah Arafah di siang hari:

niat puasa arafah siang

 

 

Artinya: “aku berniat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah SWT.”

(novia_khil/kuliahislam)

Baca Juga:

SUMBER:

Rasjid, Sulaiman. 2018. Fiqh Islam. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari. Fathul Mu’in. diterjemahkan oleh Hakim, Fikril & Abu Sholahuddin. 2014. Jawa Timur: Lirboyo Press.

NUONLINE.COM

mediamuslimah (image)