Sunan Muria, Asal Usul Dan Nasab

Sunan Muria, Asal Usul Dan Nasab

Asal Usul Dan Nasab

Sunan Muria adalah putra Sunan Kalijaga. Sunan Muria merupakan tokoh Wali Songo yang paling muda usianya. Sebagaimana Sunan Kalijaga, Sunan Muria berdakwah melalui jalur budaya. Sunan Muria dikenal sangat piawai menciptakan berbagai jenis tembang cilik (sekar alit) jenis sinom dan kinanthi yang berisi nasehat-nasehat dan ajaran Tauhid. Seperti ayahnya, Sunan Muria dikenal pintar mendalang dengan membawakan lakon-lakon carangan karya Sunan Kalijaga.

Lokasi Makam Sunan Muria

Makam Sunan Muria terletak disalah satu puncak bukit di lereng Gunung Muria, masuk Kecamatan Colo, kira-kira 18 KM di utara kota Kudus. Seperti makam Wali Songo yang lain, makam Sunan Muria terletak di dalam tungkup yang ditutupi tirai berupa kain tipis warna putih.

Untuk mencapai makam Sunan Muria, dari kaki gunung harus melewati jalan melingkar sejauh tujuh kilometer. Pada bagian akhir perjalanan dari lereng yang terjal menanjak puncak, dibuat undak-undakan sejauh 750 meter.

Sekarang ini, dari kaki gunung di Colo para peziarah dapat menggunakan jasa ojek untuk melewati jalan sempit berliku-liku agar sampai ke lereng akhir menuju undak-undakan yang terjal menanjak ke area makam di puncak gunung. Meski sudah ada ojek, namun masih banyak peziarah yang sengaja berjalan kaki untuk maksud terciptanya suasana ziarah yang lebih khusyuk.

Baca Juga :

Asal Usul Dan Nasab

Nama pribadi Sunan Muria ada yang mengatakan Raden Prawoto, ada pula yang mengatakan Raden Umar Said. Beliau disebut dengan gelar Sunan Muria karena berhubungan dengan nama gunung tempat beliau di makamkan, Gunung Muria. Karena tergolong anggota Wali Songo dari generasi yang lebih muda dibanding Sunan Kalijaga dan Sunan Kudus, kisah hidupnya kurang cukup ditulis lengkap oleh para penulis sejarah Jawa. Kecuali dalam cerita tutur dengan sejumlah perbedaannya, termasuk menyangkut silsilah dari mana sejatinya Sunan Muria berasal.

Sebagaimana silsilah Wali Songo lainnya yang berbeda satu sama lain, silsilah Sunan Muria juga memiliki perbedaan mendasar. Menurut versi pertama, sebagaimana ditulis Solihin Salam dalam Sekitar Wali Sanga (1974) dan A.M. Noertjahjo dalam Sekitar Wali Sanga (1974), Sunan Muria disebutkan sebagai putra sulung Sunan Kalijaga dari pernikahannya dengan Dewi Sarah putri Maulana Ishak.

Jika versi ini benar, maka Dewi Sarah tentu bukanlah saudara kandung Raden Paku atau Sunan Giri apalagi kakaknya. Sebab, ada perbedaan usia yang cukup jauh antara Raden Paku dengan Sunan Kalijaga.

Mengingat tokoh-tokoh penyebar Islam dewasa itu lazim memiliki istri labih dari satu, sangat mungkin Dewi Sarah ini putra Maulana Ishak dengan istri lain sewaktu ia tinggal di Malaka kemudian Pasai. Sunan Kalijaga dikisahkan pernah pergi ke Pasai dan Malaka, dan sempat berguru kepada Syaikh Dara Putih, adik Syaikh Jumadil Kubra.

Menurut versi pertama, Sunan Muria lahir dengan nama Raden Umar Said, ia memiliki dua orang adik perempuan, yaitu Dewi Rukayah dan Dewi Sofiyah. Saat dewasa, Raden Umar Said menikah dengan Dewi Sujinah, adik kandung Ja’far Shadiq putra Raden Usman Haji atau Sunan Ngudung.

Baca Juga :

Sedangkan menurut versi kedua, dikisahkan bahwa dalam pernikahan Sunan Ngudung dengan Dewi Sarifah memiliki empat orang putra. Yaitu, Raden Umar Said, Sunan Giri III, Raden Amir Haji Sunan Kudus, dan Sunan Giri II. Jika versi ini benar, maka Dewi Sarifah istri Sunan Ngudung adalah adik Sunan Kalijaga.

Silisilah Raden Umar Said menurut naskah Pustoko Darah Agung, rangkaiannya sebagai berikut:

  1. Abdul Muthalib (Adipati Mekkah)
  2. Sayid Abbas
  3. Sayid Abdul Azhar
  4. Syaikh Wais
  5. Syaikh Mudzakir
  6. Syaikh Abdullah
  7. Syaikh Kurames
  8. Syaikh Mubarak
  9. Syaikh Abdullah
  10. Syaikh Ma’ruf
  11. Syaikh Arifin
  12. Syaikh Hasanuddin
  13. Syaikh Jamal
  14. Syaikh Ahmad
  15. Syaikh Abdullah
  16. Syaikh Abbas
  17. Syaikh Abdullah
  18. Syaikh Kurames (Pendeta di Mekkah)
  19. Abdur Rahman (Ario Teja, Bupati Tuban)
  20. Ario Teja I (Bupati Tuban)
  21. Ario Teja II (Bupati Tuban)
  22. Laku (Tuban)
  23. Tumenggung Wilatikta (Bupati Tuban)
  24. Raden Mas Said (Sunan Kalijaga)
  25. Raden Umar Said (Sunan Muria).

Sejalan dengan sumber Pustoko Darah Agung, meski terdapat perbedaan-perbedaan, C.L.N. Van Den Berg dalam Le Hadramout et Les Colonies Arabes dans l’Archipel Indien (1886) menyatakan bahwa semua wali di Jawa adalah keturunan Arab. Silsilah Sunan Muria digambarkan sebagai berikut:

  1. Abdul Muthalib (Adipati Mekkah)
  2. Sayid Abbas
  3. Abdul Wakhid
  4. Mudzakir
  5. Abdullah
  6. Kharmia
  7. Mubarak
  8. Abdullah
  9. Madro’uf
  10. Arifin
  11. Hasanuddin
  12. Jamal
  13. Ahmad
  14. Abdullah
  15. Abbas
  16. Kourames
  17. Abdur Rahim (Ario Teja, Bupati Tuban)
  18. Teja Laku (Bupati Majapahit)
  19. Lembu Kusumo (Bupati Ruab)
  20. Tumenggung Wilatikta (Bupati Tuban)
  21. Raden Mas Sahid (Sunan Kalijaga)
  22. Raden Umar Said (Sunan Muria)

Baca Juga :

Mengaitkan Sunan Muria dengan Sunan Kalijaga sebagai ayah beranak dalam konteks kebenaran silsilah Sunan Muria, tampaknya lebih didukung oleh data historis dibanding menempatkan Sunan Muria sebagai putra Sunan Ngudung. Dalam silsilah Sunan Muria, misal, diketahui bahwa salah seorang putranya yang bernama Pangeran Santri dikenal dengan gelar Sunan Adilangu, dan Adilangu adalah kediaman Sunan Kalijaga.

Selain itu, menurut sumber silsilah yang diperoleh dari pihak Sunan Muria maupun dari pihak Sunan Kalijaga diperoleh urutan-urutan dari nama-nama keturunan Sunan Muria yang sama seperti Panembahan Pengulu Jogodipo, Panembahan Reksokusumo (Pangeran Ageng), Pangeran Wongsokusumo (Seda Kambang), Pangeran Jokokusumo alias Hartokusumo yang berputra tiga orang. Sementara dalam silsilah Sunan Ngudung tidak ditemukan urut-urutan nama keturunan Sunan Muria yang sama sebagaimana silsilah dari Sunan Kalijaga. (ir/kuliahislam)

 

Sumber : Atlas Wali Songo, Agus Sunyoto, Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah.