TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Tanggung Jawab Seorang Pemimpin (1)

Allah Berfirman :

سَمَّٰعُونَ لِلۡكَذِبِ أَكَّٰلُونَ لِلسُّحۡتِۚ فَإِن جَآءُوكَ فَٱحۡكُم بَيۡنَهُمۡ أَوۡ أَعۡرِضۡ عَنۡهُمۡۖ وَإِن تُعۡرِضۡ عَنۡهُمۡ فَلَن يَضُرُّوكَ شَيۡ‍ٔٗاۖ وَإِنۡ حَكَمۡتَ فَٱحۡكُم بَيۡنَهُم بِٱلۡقِسۡطِ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ ٤٢

Artinya : “Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan (makanan) yang haram (seperti uang suap, hasil korupsi dan sebagainya) . Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi madharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil “.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir di jelaskan bahwasanya ayat ini turun berkenaan dengan dua orang Yahudi yang berzina. Mereka (Yahudi) suka mengubah atau mengganti isi kitab Allah yang dipegang oleh mereka, seperti urusan rajam bagi orang yang sudah beristri diantara mereka, lalu mereka mengubahnya, dan membuat peristilahan sendiri di antara mereka, yaitu namanya jadi hukuman dera seratus kali dan dicoreng-coreng mukanya kemudian dinaikkan keatas keledai dengan keadaan terbalik.

Lalu ketika hal ini terjadi setelah hijrahnya Nabi SAW., mereka mengatakan yang telah terjadi diantara mereka, “ Kemarilah, bawa urusan itu kepadanya (Nabi SAW) agar dia memberi keputusan. Jika yang diberlakukannya hukuman jilid (dera) dan mencoreng muka, maka terimalah. Jadikanlah oleh kalian alasan antara kalian dengan Allah SWT, bahwa ada seorang nabi yang menghukumi antara kalian dengan hukuman seperti itu. Namun, jika menghukuminya dengan rajam, janganlah kalian mengikutinya. “

Kemudian, Allah berfirman kepada Nabi-Nya, {.. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (Muhammad untuk meminta putusan ), maka berilah putusan diantara mereka atau berpalinglah dari mereka. Dan jika engkau berpaling dari mereka, maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikitpun..} yakni, tidak akan ada bahaya bagimu bila tidak menghukumi mereka karena mereka meminta dihukumi itu bukan karena berkeinginan mengikutimu, tapi justru mereka menginginkan apa yang cocok dengan hawa nafsu mereka. Ibnu Abbas dan yang lainnya mengatakan bahwa ayat ini mansukh (terhapus) oleh QS. Al-Ma’idah : 49 .

Pada potongan ayat QS. Al-Ma’idah : 49 yaitu : “ وَإِنۡ حَكَمۡتَ فَٱحۡكُم بَيۡنَهُم بِٱلۡقِسۡطِ “ ( Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil ) yakni dengan yang sebenarnya dan adil walaupun mereka itu orang-orang yang dzolim dan suka keluar dari jalur keadilan. (sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil). (kuliah islam)